LPPM USM dan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Tandatangani Kontrak Swakelola Tipe III

SEMARANG (Ampuh.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) menandatangani kontrak Swakelola Tipe III dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi di Ruang Direktur PPUT, Gedung C Lantai 4, Senin (1/9/2025).

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak dalam rangka mendukung pengembangan produk unggulan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua LPPM Universitas Semarang, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, didampingi Satria Pinandita ST Meng, dosen Teknik Elektro Universitas Semarang sekaligus Ketua Tim Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan NSPK Bantuan Instalasi Energi Baru Terbarukan di Kawasan Transmigrasi.

Sementara dari pihak Direktorat Jenderal, hadir Ir Sofyan Hanafi MSi selaku Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Anggono Arimoyo ST sebagai PIC Penyusunan NSPK Bantuan Instalasi Energi Baru Terbarukan , serta Romel Sunggoro selaku Kepala Tim Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi.

Dalam sambutannya, Prof Mudjiastuti mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendorong keterlibatan perguruan tinggi untuk mengaplikasikan hasil riset dan inovasi ke masyarakat, khususnya dalam mendukung program transmigrasi.

”Universitas tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sofyan Hanafi menegaskan, kolaborasi ini akan difokuskan pada pengembangan produk unggulan dengan potensi lokal di kawasan transmigrasi berbasis energi baru terbarukan Hybrid Off-Grid

”Kami berharap, kerja sama dengan Universitas Semarang dapat memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat, sehingga transmigrasi tidak hanya menjadi program pemindahan penduduk, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah, dengan membuatkan lokasi tersebut dapat mencetak uang sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat transmigrasi,” jelasnya.

Dia berharap, dengan adanya penandatanganan kontrak Swakelola Tipe III ini, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat semakin erat, serta menghasilkan inovasi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *