Ratusan Siswa SMK Swadaya Semarang Antusias Ikuti USM Mengajar

SEMARANG (Ampuh.id) – Semangat pengabdian dan kontribusi nyata kepada dunia pendidikan kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Semarang (USM) melalui program USM Mengajar 2026 yang diselenggarakan pada 11–12 Mei 2026 di SMK Swadaya Semarang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Semarang tersebut melibatkan lebih dari 40 mahasiswa lintas fakultas dan diikuti oleh ratusan siswa dengan antusiasme tinggi.

Program USM Mengajar hadir sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan kualitas pendidikan sekaligus upaya membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan komunikatif. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis (critical thinking), serta keterampilan memecahkan masalah (problem solving).

Berbagai metode pembelajaran seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, simulasi kasus, dan sesi motivasi diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Ketua Pelaksana USM Mengajar 2026, Muhammad Fais Abdillah mengatakan, program tersebut lahir dari keyakinan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan di masyarakat.

“USM Mengajar bukan hanya tentang mahasiswa datang untuk mengajar, tetapi bagaimana mahasiswa hadir untuk memberikan dampak nyata melalui pendidikan, inspirasi, dan kepedulian sosial kepada generasi muda,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, katanya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekolah, mahasiswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Kasubbag Kemahasiswaan Universitas Semarang, Sudarmono SE MM mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang memberikan solusi bagi lingkungan sekitarnya.

“Melalui program USM Mengajar, mahasiswa belajar untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pendidikan. Kami ingin mahasiswa USM memiliki kepekaan sosial yang tinggi, kemampuan berkolaborasi, serta mampu menjadi problem solver yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga untuk membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial mahasiswa,” tutur Sudarmono.

Dia menambahkan, Universitas Semarang terus mendorong lahirnya berbagai program kemahasiswaan yang berdampak langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Program USM Mengajar merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di dalam kampus, tetapi juga kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara langsung.

”Kami berharap, melihat tingginya antusiasme siswa serta dukungan dari pihak sekolah, program USM Mengajar dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Semarang maupun daerah sekitarnya. Sebab, program ini mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, adaptif, dan mampu menjadi problem solver di masa depan,” ungkapnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *