|

GPM Kempling Semarang Terbukti Efektif Tekan Laju Inflasi, Harga Sayur di Pasar Tradisional Jadi Terjangkau Masyarakat

SEMARANG (Ampuh.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan harga pangan pokok penting di Kota Semarang masih dalam kondisi relatif aman meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas.

Agustina mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan di Pasar Peterongan, Selasa (9/6/2026), menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih terkendali.

“Harga semua komoditas penting yang dipantau pemerintah relatif aman. Memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman. Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” kata Agustina.

Menindaklanjuti informasi mengenai kenaikan harga sayur di Pasar Peterongan, wali kota menginstruksikan Dishanpan untuk langsung melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Kempling Semar atau Ketahanan Pangan Keliling Semarang.

Program tersebut menggunakan armada keliling yang menjual sembako dan sayur mayur dengan harga terjangkau.

Selain itu, Dishanpan juga melakukan pemantauan harga bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan yang melibatkan Polrestabes Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang, serta Bulog Kanwil Semarang.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Peterongan, harga bawang merah tercatat mencapai Rp 55.000 per kilogram atau sekitar 30 persen di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp 41.500 per kilogram. Sementara komoditas lainnya masih berada dalam kondisi aman.

Adapun harga sejumlah komoditas yang dipantau di antaranya beras SPHP Rp 60.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp 23.000 per liter, telur ayam Rp 27.000 per kilogram, gula pasir Rp 18.500 per kilogram, bawang putih Rp 40.000 per kilogram, ayam potong Rp 27.000 per kilogram, tomat Rp 12.000 per kilogram, wortel Rp 15.000 per kilogram, cabai keriting Rp 35.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp 55.000 per kilogram.

Wali Kota menegaskan kenaikan harga bawang merah masih dapat dikendalikan melalui operasi pasar yang digelar secara rutin melalui program Kempling Semar.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, harga pangan pokok masih dalam batas aman. Hanya bawang merah yang berada di atas HAP, tetapi masih bisa dikendalikan melalui operasi pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih menambahkan, program Gerakan Pangan Murah yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Semarang terbukti efektif menjaga stabilitas harga dan membantu pengendalian inflasi daerah.

“Hasil monitoring dan evaluasi dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga pangan di Kota Semarang relatif lebih stabil dalam mendukung pengendalian inflasi,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga sayur mayur yang sempat dikeluhkan pedagang dan masyarakat, Dishanpan juga menggandeng sejumlah mitra untuk melakukan intervensi pasokan.

Mitra tersebut di antaranya, dari program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), kemudian dari Sayur Yuni, dan BUMD JTAB yang menyalurkan stok sayuran ke Pasar Peterongan.

“Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra dengan menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan, sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” pungkas Endang. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *