Sebagian peserta Buka Puasa Bersama FKSP Putaran Pertama di Masjid Al-Djamin, Perbalan, Jomblang, Semarang, berfoto bareng seusai kegiatan.
Sebagian peserta Buka Puasa Bersama FKSP Putaran Pertama di Masjid Al-Djamin, Perbalan, Jomblang, Semarang, berfoto bareng seusai kegiatan.

Safari Bukber FKSP, Merawat Ukhuwah di Masjid Al Djamin

SEMARANG (Ampuh.id) – Suasana sore di kawasan Jomblang–Perbalan, Kota Semarang, Minggu (22/2/2026), terasa berbeda. Sejak pukul 16.00 WIB, halaman dan ruang utama Masjid Al Djamin mulai dipenuhi jamaah yang datang dari berbagai penjuru kota.

Mereka menghadiri Safari Buka Bersama putaran pertama Ramadan 1447 H yang digelar Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP), sebuah forum lintas elemen umat Islam dengan semangat persatuan.

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus hangat. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari satu kelompok, melainkan lintas organisasi dan latar belakang: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, ICMI, Madlhaul Anmar, Ahmadiyah, komunitas Islam Tionghoa, hingga unsur TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Kebersamaan itu seakan menegaskan moto FKSP: “Perekat dan Pemersatu Umat.”

Menjelang waktu berbuka, rangkaian acara diawali dengan lantunan syair dan Maulidhurrosul yang menggema lembut di dalam masjid. Syair-syair bernuansa Gusdurian turut dibawakan, menghadirkan pesan toleransi dan kemanusiaan. Para jamaah duduk bersila, sebagian berbincang ringan, sebagian lagi larut dalam suasana religius yang menenangkan.

Ketua Umum FKSP, Achmad Robani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Buka Bersama bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ruang silaturahmi sekaligus upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat yang beragam.

“Ramadan menjadi momentum mempertemukan hati,” ujarnya di hadapan sekitar 200 jamaah yang hadir. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat serta berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak kalangan pada putaran berikutnya.

Menariknya, suasana semakin semarak saat panitia membagikan doorprize kepada peserta. Sebanyak 40 eksemplar buku tentang amalan Pancasila, Al-Qur’an, peci berlogo Garuda, serta berbagai buku bacaan Islami dibagikan secara acak. Gelak tawa dan tepuk tangan sesekali pecah ketika nama peserta dipanggil, menghadirkan nuansa riang di tengah kekhusyukan Ramadan.

Namun inti kegiatan tetap pada pesan spiritual. Tausiyah yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, meningkatkan kualitas ibadah, serta merawat nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran Islam. Dalam pandangan FKSP, harmoni sosial lahir dari kebersamaan antara kiai, santri, dan masyarakat luas.

Saat azan magrib berkumandang, seluruh jamaah serentak menengadahkan tangan mengikuti doa buka puasa yang dipimpin Achmad Robani. Kurma dan hidangan sederhana menjadi simbol kesetaraan, semua duduk bersama tanpa sekat organisasi maupun latar sosial.

Kegiatan berlangsung lancar hingga malam hari. Acara ditutup dengan yel-yel khas FKSP yang diikuti penuh semangat oleh para peserta: penegasan identitas kebangsaan sekaligus komitmen menjaga persatuan.

Safari Bukber putaran pertama ini bukan sekadar makan bersama, melainkan ruang perjumpaan yang memperlihatkan wajah Islam yang ramah dan inklusif di Kota Semarang. FKSP berharap, pada putaran berikutnya, lingkaran kebersamaan ini semakin meluas, menjadi energi sosial yang menjaga persaudaraan umat sekaligus memperkuat nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *