FKSP Perkuat Silaturahmi Ormas Islam
SEMARANG (Ampuh.id) – Ruang Rapat di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga, Semarang, Sabtu siang (24/1/2026), menjadi saksi lahirnya satu ikhtiar baru dalam merawat kebersamaan umat. Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) Jawa Tengah menggelar rapat terbatas, mempertemukan para tokoh ormas Islam dalam suasana hangat penuh semangat persaudaraan.
Sebanyak 15 tokoh FKSP hadir dalam pertemuan yang dipimpin langsung Ketua FKSP Jawa Tengah, Achmad Robani Albar, SH., MH. Rapat ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah awal memantapkan arah organisasi yang baru tumbuh, namun membawa visi besar: memperkuat komunikasi lintas organisasi Islam, berdakwah berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis dalam kesamaan amaliyah, serta meneguhkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Agenda pertama rapat adalah pendalaman visi dan misi FKSP. Para peserta sepakat bahwa forum ini harus menjadi ruang teduh bagi dialog, silaturahmi, dan kerja bersama antarormas Islam. Di tengah masih adanya stigma dan tudingan sesat terhadap kelompok tertentu, FKSP ingin hadir sebagai jembatan, merawat ukhuwah, serta mengisi ruang kosong yang selama ini belum terwadahi secara optimal.
Agenda kedua adalah pembentukan panitia Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus persiapan pengukuhan pengurus FKSP Jawa Tengah. Dalam rapat disepakati KH. Sun Djok San sebagai Steering Committee (SC) dan KH. Agus Hariyadi sebagai Organizing Committee (OC), dibantu kelengkapan tim kerja kepanitiaan lainnya. Pengukuhan pengurus FKSP direncanakan berlangsung sebelum bulan Ramadan, dengan rencana menghadirkan pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta Kementerian Agama RI.
Agenda ketiga tak kalah penting: pembentukan Tim Keamanan Garda KISAPA. Tim ini disiapkan untuk mengawal, menjaga, dan mengamankan kegiatan serta individu dalam lingkungan FKSP, sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota organisasi. Disepakati struktur awal Garda KISAPA dengan Masransyah sebagai Komandan, Nur Fauz sebagai Sekretaris, dan Joko Promono sebagai Bendahara, bersama anggota lainnya.
Sepanjang rapat, setiap tokoh yang hadir menyampaikan pandangan, saran, dan masukan. Semangat yang sama terasa: FKSP dibentuk sebagai ikhtiar kolektif untuk merawat kebersamaan umat, memperkuat peran ormas Islam, dan menumbuhkan kreativitas dakwah yang damai, inklusif, serta berpijak pada nilai kebangsaan.
Rapat terbatas ini ditutup dengan doa oleh H. Joko Wahyudi, sesepuh Dewan Penasehat FKSP, menghadirkan suasana khidmat dan penuh harap. Penegasan visi, misi, dan tujuan FKSP kemudian disampaikan oleh KH. Sun Djok San selaku Dewan Syuro FKSP, menandai kesepahaman arah langkah ke depan.
Sebagai tuan rumah, Ustadz Maulana Sanusi dan Ustadz Dodi, Ketua JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) Kota Semarang, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan FKSP menggunakan Ruang Rapat Masjid Nusrat Jahan sebagai tempat pertemuan. Mereka juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan.
Dari ruang rapat sederhana itu, FKSP Jawa Tengah meneguhkan niat: menjadi wadah silaturahmi kiai dan santri, merawat Pancasila sebagai rumah bersama, dan menghadirkan Islam yang sejuk bagi Jawa Tengah. Sebuah langkah kecil, namun sarat harapan besar bagi persaudaraan umat. (*)


