PMI Purbalingga Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

PURBALINGGA (Ampuh.id) – Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga, didorong untuk menghasilkan program-program yang tepat guna dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam penanggulangan bencana.

Imbauan itu disampaikan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahan, saat membuka Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Kabupaten Purbalingga 2026, di Ruang Ardilawet Setda Purbalingga, Rabu (3/6/2026).

“Saya berharap PMI kecamatan tidak sekadar menjadi nama di struktur organisasi, melainkan menjadi pusat komando taktis pertama saat terjadi kedaruratan di wilayahnya. Optimalkan jejaring relawan lokal, agar asesmen dampak bencana bisa berjalan lebih cepat dan akurat,” pesannya.

Wabup membeberkan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian PMI ke depan. Pertama, penguatan kapasitas pengurus unit kerja kecamatan dan relawan, sebagai garda terdepan penanganan bencana. Kedua, modernisasi manajemen kesiapsiagaan bencana melalui peningkatan profesionalisme, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan logistik, donor darah, hingga respons tanggap darurat. Ketiga, penguatan kolaborasi lintas sektor dan edukasi mitigasi bencana berbasis masyarakat.

“PMI harus memperkuat edukasi mitigasi bencana berbasis masyarakat, dan memperluas pembinaan PMR di sekolah-sekolah. Mari bersama membentuk mentalitas masyarakat Purbalingga yang tangguh bencana, bukan sekadar masyarakat yang menunggu bantuan saat bencana tiba,” tambahnya.

Dimas mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara PMI dan Pemkab Purbalingga, terutama dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Salah satunya, keterlibatan PMI dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), melalui pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Purbalingga, Mochammad Ichwan melaporkan, salah satu program kerja tahun lalu adalah penggalangan bantuan untuk korban bencana di Aceh, Banjarnegara, dan bencana tanah bergerak, di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Dari aksi kemanusiaan tersebut, ujarnya, PMI berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 333,7 juta untuk bencana Aceh, dan Rp 831,5 juta untuk penanganan bencana di Desa Serang. Hingga saat ini masih terdapat saldo sekitar Rp 108 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan lanjutan di wilayah tersebut.

Selain itu, program Bulan Dana PMI 2025 berhasil menggalang dana sebesar Rp 1,83 miliar, atau 101 persen dari target yang ditetapkan.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, menunjukkan kuatnya kepercayaan publik terhadap PMI dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Sarwa juga memberikan apresiasi kepada pemkab atas penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Desa Serang, yang dinilai sangat cepat dan responsif. Berdasarkan penilaian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan bencana di Purbalingga menjadi salah satu yang terbaik dan tercepat saat itu, meskipun pada waktu yang sama sejumlah daerah lain juga tengah menghadapi bencana serupa.

“Ini menunjukkan kepedulian kepala daerah terhadap rakyatnya,” kata Sarwa. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *