Rute Internasional Bandara A Yani Resmi Dibuka, Ekonomi Jateng Diproyeksi Terdongkrak

SEMARANG (Ampuh.id) – Kembalinya rute internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah. Langkah ini merupakan hasil kerja sama antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada penerbangan perdana Semarang–Kuala Lumpur yang dilayani maskapai AirAsia, optimisme besar muncul dari berbagai pihak. Taj Yasin menyampaikan antusiasme penumpang dan harapan besar dari pembukaan jalur udara tersebut.

“Alhamdulillah, kursi penerbangan ke Malaysia terjual penuh hingga lima hari ke depan. Insyaallah ini akan berlanjut. Kami bertanya pada para penumpang, mereka menunggu betul supaya lebih mudah ketika mau berlibur ke Malaysia maupun dari Malaysia datang ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Pemprov Jateng juga menyiapkan langkah strategis dengan menggandeng pelaku wisata dan dunia usaha. “Kita menawarkan bukan hanya wisata dengan destinasinya saja, tetapi juga menawarkan beberapa kawasan industri. Jadi tidak hanya pelancong saja, tetapi juga pengusahanya datang ke Jawa Tengah untuk investasi di Jateng,” ungkap Taj Yasin.

Pihak maskapai turut optimistis. Plt Dirut AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin, menyebut pesawat Airbus A320 kapasitas 180 kursi akan melayani penerbangan tujuh kali seminggu.

“Biasanya setelah pengumuman, kami melakukan kajian assessment selama tiga bulan, baik dari sisi keselamatan maupun komersial. Penjualan tiket biasanya dibuka sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya. Insyaallah kami sudah melihat frekuensi di Jawa Tengah cukup besar, sehingga apabila nanti dibutuhkan kami akan menambah frekuensinya,” paparnya.

Bank Indonesia juga siap mendukung. Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra, menegaskan dorongan melalui pariwisata dan transaksi digital lintas negara.

“Bank Indonesia tentunya mendukung peningkatan pariwisata maupun kunjungan investasi. Yang paling besar cross border ada di Malaysia Rp 1,15 triliun. Kemudian di Thailand sekitar Rp 400 miliar, dan di Singapura sekitar Rp 77 miliar. Insyaallah ke depan kami sedang menjajaki dengan Jepang dan Tiongkok,” ungkapnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *