Bantu Masyarakat Terdampak Kekeringan, Unsoed Salurkan Bantuan Air Bersih ke 84 Desa di Banyumas
PURWOKERTO (Ampuh.id) – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di 21 kecamatan dan 84 desa di Kabupaten Banyumas.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-63 Unsoed sekaligus wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat musim kemarau.
Pelepasan bantuan secara simbolis dilakukan di halaman Rektorat Unsoed, Jumat (2/10/2026), dan dihadiri Plt Rektor Unsoed Prof Dr Ali Rokhman MSi, jajaran wakil rektor, dekan, pimpinan lembaga, serta civitas academica.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua PMI Banyumas dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., M.Hum., CPM, beserta jajaran. Penyaluran bantuan dilaksanakan Unsoed bekerja sama dengan PMI Kabupaten Banyumas.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed Prof Wiwiek Rabiatul Adawiyah MSc PhD mengatakan persoalan kekeringan bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sehingga membutuhkan kepedulian dan kebersamaan berbagai pihak.
“Ketika ada masyarakat yang sedang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu,” katanya.
Wakil Ketua PMI Banyumas dr Tangguh Budi Prasetyo mengapresiasi kepedulian Unsoed dan sinergi dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.
Menurut dia, penanganan persoalan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan kolaborasi dan semangat kemanusiaan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Plt Rektor Unsoed Prof Dr Ali Rokhman mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Bantuan yang pada hari ini disiapkan untuk masyarakat di 21 kecamatan dan 84 desa merupakan bentuk nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Ia mengatakan kepedulian terhadap masyarakat juga perlu dilanjutkan dengan upaya menjaga lingkungan dan ketersediaan sumber air dalam jangka panjang.
Karena itu, ketika musim hujan tiba, masyarakat bersama berbagai pihak didorong melakukan upaya pelestarian lingkungan, antara lain melalui penanaman pohon.
“Pada saat musim hujan nanti, mari kita lanjutkan kepedulian ini dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan,” katanya.
Usai pelepasan secara simbolis, armada pengangkut air bersih diberangkatkan dari halaman Rektorat Unsoed menuju wilayah sasaran untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di desa-desa yang telah ditentukan.
Melalui kegiatan tersebut, Unsoed berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh dan tidak berhenti pada momentum Dies Natalis, tetapi menjadi bagian dari budaya bersama dalam menghadapi persoalan sosial dan lingkungan.
Unsoed juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat melalui kontribusi yang tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik, tetapi juga memberikan manfaat dan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar. (*)


