Satupena Temanggung Berkolaborasi dengan MTs Al Islam Pare Gelar Mini Workshop

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Satupena Temanggung berkolaborasi dengan MTs Al Islam Pare, Temanggung, menggelar mini workshop bertema “Berkarya di Tengah Keterbatasan” , Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak menggali pengetahuan dan pengalaman dalam bidang literasi bersama Nuris Fatmawati dan Roso Titi Sarkoro sebagai narasumber, dengan panduan moderator Mukhamad Bayu Aji Tolafudin. Acara ini juga dihadiri oleh anggota Satupena Temanggung lainnya, yakni Ahmad Nawawi dan Heni Susilowati. Kegiatan berlangsung dengan interaksi antara narasumber dan peserta melalui materi serta praktik menulis.

Ketua Satupena Temanggung, Wiwik Hartati, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para siswa. Menurutnya, semangat dan sinergi yang ditunjukkan peserta menjadi sambutan yang berarti bagi kegiatan literasi tersebut.

“Mini workshop ini menjadi wadah bagi para pegiat literasi untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Semangat serta sinergi dari siswa-siswi ini menjadi sambutan yang sangat meriah,” ujar Wiwik.

Kepala MTs Al Islam Pare Temanggung, Adip Ahrori SPdI menyampaikan literasi merupakan hal penting untuk dipelajari oleh siswa. Ia juga mengapresiasi Satupena Temanggung yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.

“Literasi ini cukup penting untuk dipelajari. Terima kasih banyak kepada Satupena Temanggung yang telah berkesempatan membekali ilmu kepada siswa-siswi kami,” kata Adip.

Dalam sesi materi, Roso Titi Sarkoro menjelaskan bahwa literasi telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan. Menurutnya, puisi, cerita pendek, dan novel merupakan bentuk karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Literasi itu menjadi bagian dari perjalanan hidup. Puisi, cerita, cerpen, maupun novel sudah menjadi bagian dari kita,” ujar Roso.

Roso juga mengajak siswa untuk mempraktikkan penulisan puisi. Para siswa diberikan kata pemantik “semangat” sebagai dasar untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah puisi.

Ia menekankan pentingnya menentukan hal yang ingin disampaikan dalam puisi sebelum mulai menulis. Siswa kemudian diberi waktu untuk menyelesaikan puisi dalam waktu singkat.

Beberapa siswa yang berhasil menyelesaikan puisi mendapatkan apresiasi dari tim Satupena Temanggung berupa reward atau hadiah yaitu Ananda Maulida Salsabila, Az-Zhahira Aulia Rachmadini, dan Renggar Al Fhas. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kreativitas siswa dalam menghasilkan karya.

Kegiatan mini workshop kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Satupena Temanggung kepada MTs Al Islam Pare Temanggung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan literasi melalui kegiatan yang kreatif dan aplikatif. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *