|

Polda Jateng Tegaskan Kematian Mahasiswa Unnes Akibat Kecelakaan, Satlantas Lakukan Pendalaman

SEMARANG (Ampuh.id) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan peristiwa yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes), Iko Juliant Junior, merupakan kecelakaan lalu lintas.

Kendati demikian, Satlantas Polrestabes Semarang bersama Polda Jateng masih melakukan pendalaman guna memastikan detail kejadian.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu (31/8/2023) dini hari sekitar pukul 03.05 WIB di Jalan Veteran, Semarang.

Saat itu, motor Honda Vario yang dikendarai dua orang, Viky dan Azis, ditabrak dari belakang oleh motor Honda Supra yang ditunggangi Iko bersama rekannya, Ilham.

“Benar, 31 Agustus dini hari di Jalan Veteran pukul 03.05 terjadi lakalantas. Kendaraan Vario yang dikendarai saudara Viky dan Azis ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh kendaraan Supra yang dikendarai Iko dan Ilham. Akibat tabrakan itu keempat pengendara terpental, jatuh, dan mengalami luka berat maupun ringan,” terangnya.

Ia menyebut para korban langsung dievakuasi oleh anggota kepolisian yang berada di lokasi ke RSUP Dr Kariadi Semarang.

“Informasinya, kejadian pukul 03.05 dan sampai rumah sakit pukul 03.10. Jadi setelah kecelakaan, anggota seketika membawa korban ke rumah sakit,” jelasnya.

Mengenai simpang siur lokasi kecelakaan yang sebelumnya disebut berada di Jalan Dr. Cipto, Artanto mengatakan masih diperlukan verifikasi lapangan.

“Namanya peristiwa mendadak, yang membawa belum tentu tahu persis jalan apa. Kita perlu cek faktanya, kumpulkan CCTV, dan minta keterangan saksi,” tegasnya.

Polisi juga menegaskan telah memeriksa dua saksi selamat, yakni Viky dan Azis. Kendaraan milik Iko kini diamankan di Polrestabes Semarang.

“Penyelidikan dan penyidikan dilakukan Satlantas, dengan asistensi Polda Jateng untuk memastikan penanganan transparan,” tambahnya.

Ditanya soal luka lebam pada tubuh korban, Artanto menjawab pihaknya menunggu hasil visum.

“Kita minta hasil visum dan kumpulkan fakta di lapangan. Untuk ekshumasi, nanti perkembangan penyelidikan. Penyidik pasti profesional menyampaikan fakta,” kata dia.

Artanto juga menekankan, komunikasi dengan pihak keluarga tetap dilakukan.

“Kami berduka atas kejadian ini. Kami sudah ambil langkah penyelidikan, dan monggo bila keluarga ingin melapor secara resmi,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *