FKSP dan Pemkot Semarang Gelar Ngaji Pancasila Peringati Hari Lahir Pancasila
SEMARANG (Ampuh.id) – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang akan menggelar kegiatan Ngaji Pancasila pada Senin malam, 1 Juni 2026, di kediaman Wali Kota Semarang, Jalan Watu Kaji 172, Gedawang, Kota Semarang. Kegiatan tersebut dengan narasumber Abah Ali Gondrong itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.
Acara yang dikemas dalam bentuk sarasehan dan ngaji kebangsaan itu akan menghadirkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti , unsur Forkopimda Kota Semarang, tokoh lintas agama, serta berbagai unsur keagamaan dan aliran kepercayaan di Kota Semarang. Forum tersebut dimaksudkan sebagai ruang refleksi bersama untuk menghayati dan merawat dasar negara Republik Indonesia.
Ketua Dewan Syuro FKSP, KH Sun Djok San, didampingi Ketua Umum FKSP Kota Semarang, Achmad Rohani Albar, menyampaikan rasa syukur atas persatuan dan kebinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Kami amat sangat bersyukur atas anugerah persatuan, kemerdekaan, dan kebhinnekaan yang Tuhan berikan kepada kita bangsa Indonesia,” ujar Sun Djok San.
Menurutnya, doa bersama lintas iman dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh dan berkesinambungan.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sun Djok San juga berharap sinergi antara Pemerintah Kota Semarang dan FKSP dapat menjadi pelopor kerukunan sosial di tengah masyarakat.
“Semoga kolaborasi Pemerintah Kota Semarang bersama FKSP menjadi pelopor kerukunan dan keharmonisan, serta dijauhkan dari musibah, perpecahan, dan berbagai akhlak yang kurang mulia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FKSP Kota Semarang, Achmad Rohani Albar, menilai forum lintas iman dan kebangsaan seperti Ngaji Pancasila menjadi penting di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan maraknya ujaran kebencian di ruang publik.
Menurutnya, Indonesia sejak awal dibangun bukan oleh satu golongan tertentu, melainkan oleh kesediaan berbagai kelompok untuk hidup bersama dalam keberagaman.
“Pancasila lahir bukan dari kemenangan satu suara atas suara lain, tetapi dari kesanggupan untuk mendengarkan,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan anggota Dewan Penasihat FKSP Kota Semarang, Gunoto Saparie. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil memiliki makna simbolik sekaligus sosial dalam menjaga ruang kerukunan di tengah masyarakat.
Menurut Gunoto, kerja sama tersebut menunjukkan bahwa negara dan masyarakat sipil dapat berjalan beriringan dalam memperkuat keharmonisan sosial dan menjaga persatuan bangsa.
Ia berharap Kota Semarang terus menjadi pelopor kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta kemuliaan akhlak. (*)


