Ormas dan Mahasiswa Dibekali Literasi Digital, Kesbangpol Wonosobo Tekankan Penguatan Kelembagaan

WONOSOBO (Ampuh.id) – Memasuki hari kedua, pelatihan peningkatan kapasitas organisasi masyarakat (ormas) yang digelar Kesbangpol Wonosobo bersama Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) diikuti ormas dan mahasiswa, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber jurnalis Hendra Septa dari TVRI dan Erwin Abdillah dari Pikiran Rakyat yang memberikan materi dan praktik kepada peserta.

Kepala Kesbangpol Wonosobo, Agus Kristiono dalam pemaparannya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ormas sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan di era digital.

Menurutnya, organisasi yang memiliki manajemen dan struktur yang baik akan lebih mampu beradaptasi serta berkontribusi dalam pembangunan.

“Organisasi masyarakat harus memiliki tujuan yang jelas, struktur yang tertata, serta mampu menjadi sarana koordinasi dan komunikasi yang efektif. Dengan begitu, ormas bisa berperan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

Dia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi ormas, mulai dari belum optimalnya manajemen organisasi, kurangnya partisipasi anggota, hingga keterbatasan sumber daya manusia dan pendanaan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong ormas agar lebih mandiri, profesional. Ormas harus bisa berkembang dan berdaya saing,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan ormas memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Sutopo, menyoroti pentingnya jurnalis dan pegiat informasi untuk memegang teguh kode etik dalam menjalankan tugasnya.

Politisi dari Partai Demokrat tersebut menilai, di tengah derasnya arus informasi, masih terdapat oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalis untuk kepentingan pribadi.

“Menjadi jurnalis itu harus berani, tapi juga harus berpegang pada kode etik. Karena kita melihat masih ada yang menjalankan profesi ini bukan untuk kepentingan publik, melainkan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, mencakup persoalan etika dan akurasi, ancaman keselamatan dan hukum, hingga tekanan ekonomi dalam industri media.

“Permasalahan jurnalisme sekarang tidak sederhana. Ada tantangan etika dan akurasi, ancaman keselamatan dan hukum, sampai tekanan ekonomi dan bisnis media yang kadang membuat standar jurnalistik terabaikan,” jelasnya.

Sutopo menegaskan bahwa proses pencarian hingga penyajian informasi harus tetap berpegang pada fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Jangan sampai informasi yang disampaikan justru menjadi hoaks atau menimbulkan polemik. Jurnalis harus menjaga integritas dalam setiap prosesnya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan organisasi masyarakat dan mahasiswa di Wonosobo semakin memahami pentingnya literasi digital, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, akurat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *