TMMD Sengkuyung II di Kabupaten Semarang, Jepara, Kendal, Pati, dan Rembang Fokus ke Betonisasi Jalan
KABUPATEN SEMARANG (Ampuh.id) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II yang digelar di Dusun Kunci Putih, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus akan melaksanakan betonisasi jalan penghubung antarkecamatan.
Kepala Desa Jatirunggo, Fauzan menjelaskan, jalan itu akan berdampak besar bagi usaha ekonomi warganya. Pasalnya, ruas jalan itu menjadi favorit warga Tuntang dan Bringin menuju tempat kerja, di beberapa pabrik yang ada di kawasan industri Pringapus.
“Betonisasi jalan itu nantinya akan memperlancar arus lalu lintas dari Pringapus menuju wilayah Tuntang dan Bringin, tepatnya menghubungkan Desa Ngajaran dan Jatirunggo,” katanya usai upacara pembukaan TMMD, Rabu (22/4/2026).
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan, keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak hanya bertumpu pada kekuatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
“Tidak kalah penting adalah dukungan masyarakat desa secara penuh,” katanya.
Dia berharap, hasil TMMD dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Jatirunggo.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0714, Kapten CZi Sujadi menyampaikan, betonisasi jalan di Dusun Kunci Putih sepanjang 748 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 cm.
“Total target volume 336,6 meter kubik,” ujarnya.
Disampaikan, pekerjaan akan melibatkan personel Kodim 0714, Polres Semarang, DPU Kabupaten Semarang, dan warga desa.
Selain itu, juga dilaksanakan perbaikan satu unit musala. Sedangkan kegiatan nonfisik, di antaranya penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penyuluhan kesehatan. Dilaksanakan pula pelayanan pencetakan KTP dan KIA elektronik, yang didukung Dispendukcapil Kabupaten Semarang.
“Pelaksanaan TMMD selama 30 hari, sampai 21 Mei 2026. Sumber dana dari APBD Pemprov Jateng, Pemkab Semarang, dan Baznas dengan total Rp 416.280.500,” pungkasnya.
Di Kabupaten Jepara, TMMD Sengkuyung Tahap II akan membangun pembangunan jalan rabat beton di Desa Gelang, Kecamatan Keling, dengan panjang 556 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,12 meter, serta tambahan ruas sepanjang 191 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan yang sama.
“Selain itu, TMMD juga menyasar rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak dua unit, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0719/Jepara, Kapten Inf Ngadino, pada pembukaan TMMD, Rabu (22/4/2026).
Tak hanya pembangunan fisik, lanjutnya, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam program ini. Berbagai sosialisasi dan penyuluhan akan diberikan, meliputi program pembangunan, pembekalan pengetahuan dan wawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam berbangsa, bernegara, dan bela negara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di perkotaan, namun juga harus dilakukan di kawasan pinggiran atau perbatasan.
“TMMD adalah bukti bahwa TNI tidak pernah jauh dari rakyat. Kita tidak ingin pembangunan hanya terpusat di kota. Pembangunan harus menyentuh akar rumput, harus terasa hingga teras-teras rumah warga desa,” ujarnya.
Di Kendal, program TMMD sangat disambut bahagia oleh masyarakat Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, karena menyasar akses jalan yang belum pernah dibeton sebelumnya.
“Tentunya saya bersama warga lainnya sangat bahagia dengan adanya program ini, karena nantinya akan mempercepat akses jalan untuk meningkatkan perekonomian warga,” ujar Munif, warga Bringinsari.
Komandan Kodim 0715, Letkol Inf Bagus Setyawan mengatakan, sasaran fisiknya berupa pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 700 meter, lebar 3 meter, dan Tinggi 12 cm.
“Kemudian untuk sasaran nonfisik ada sosialisasi atau penyuluhan, dengan tema wawasan kebangsaan, gotong royong, layanan administrasi kependudukan,” tuturnya, pada pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II, Rabu (22/4/2026).
Di Kabupaten Pati, pada program TMMD Sengkuyung II di Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, selain membangun jalan sepanjang 950 meter, juga akan melakukan renovasi enam unit rumah tidak layak huni, pengeboran sumur pertanian, dan pembangunan enam titik MCK di Desa Godo.
Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto menegaskan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
“Nanti kita rencanakan pada tanggal 2 Mei akan dilakukan penghijauan, kurang lebih sekitar 1.000 pohon. Intinya kita peduli, agar Pegunungan Kendeng tidak terjadi longsor lagi,” ujarnya.
Sedangkan di Kabupaten Rembang, TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di Desa Waru, Kecamatan Rembang, akan membangun jembatan dan akses pertanian.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik. Meliputi penyuluhan Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN), wawasan kebangsaan, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, keluarga berencana (KB), hingga pemberdayaan anak dan pencegahan stunting.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta dari APBD. Sementara itu, bantuan dari APBD Provinsi mencapai Rp 239,26 juta. (*)


