Mahasiswa Undip Latih Ibu-ibu PKK Desa Mulur Cara Membuat ’Sacutabelur’

SUKOHARJO (Ampuh.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip Semarang memberi pelatihan cara pembuatan sabun cuci tangan beras mulur (Sacutabelur) kepada ibu-ibu PKK Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukaharjo, baru-baru ini.

Menurut M Syahrul Hermawan, salah seorang anggota Tim KKN Undip, pelatihan Sacutabelur dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang pembuatan sabun cuci tangan, sekaligus membangkitkan kreativitas mereka untuk mendapatkan penghasilan sampingan yang mampu menopang perekonomian keluarga.

Sekadar informasi, Desa Mulur yang terletak di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukaharjo, Jawa Tengah ini merupakan salah satu desa yang terkenal akan produk unggulan dalam sektor pertanian yakni beras mulur.

Syahrul mengayakan melalui uji mutu dengan berbagai penerapan standarisasi, beras Mulur telah memperoleh sertifikasi dari pemerintah, sehingga penggunaan produk rumahan ini terjaga kualitas, keamanan dan kesehatannya.

“Beras Mulur ini sudah tersertifikasi. Beras Mulur telah memiliki izin edar, karena telah lolos serangkaian uji coba, seperti uji bebas logam berat, uji gizi, uji mutu, dan uji pulen,” katanya.

Dia mengakui pemanfaatan beras untuk menciptakan produk turunan di Desa Mulur belum digarap secara maksimal. Produk turunan beras berupa beras mulur ini hanya diproduksi warga Mulur sebagai mata pencaharian tambahan saja.
Padahal, lanjut dia, jika produksi Sacutabelur yang merupakan turunan beras diproduksi baik atau memenuhi standar mutu, produk olahan rumah tangga warga Desa Mulur bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Di sisi lain, kata Syahrul, kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Desa Mulur akan meningkat, sehingga ibu-ibu yang tergabung di PKK desa setempat terus meningkat karena mampu mengikuti perkembangan dan permintaan pasar yang saat ini dibutuhkan para konsumen.

Dia mengatakan program kerja pelatihan pembuatan sabun cuci tangan beras mulur ini di Balaidesa Desa Mulur dimulai dengan pemamaparan materi mengenai bahan,alat, dan formulasi sabun cuci tangan. Kemudian tujuh peserta yang semua ibu-ibu diajak untuk melihat demonstrasi pembuatan sabun cuci tangan beras mulur, lalu dilanjutkan sesi tanya jawab dan ditutup dengan sesi pembagian poster dan dokumentasi. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *