TMMD di Desa Waru Ditutup, Jembatan Ambrol Kini Kembali Menghubungkan Warga

REMBANG (Ampuh.id) – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Waru, Kecamatan Rembang resmi ditutup, Kamis (21/5/2026). Melalui program kolaborasi antara pemerintah dan TNI tersebut, sejumlah pembangunan berhasil direalisasikan, termasuk perbaikan jembatan yang sempat ambrol sejak 2023.

Kepala Desa Waru, Sukatmi mengaku bersyukur, desanya menjadi sasaran TMMD. Menurutnya, keberadaan jembatan yang kini kembali bisa dilalui, sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.

“Jembatan itu menghubungkan dua RW. Anak-anak juga bisa langsung lewat situ untuk ke SMPN 1 Rembang dan sejumlah SMA. Di dekat jembatan juga ada madrasah. Ketika jembatan itu tidak bisa dilalui, warga harus memutar lewat jalan raya Pantura yang cukup jauh dan berisiko. Jadi kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Bupati Rembang melalui Sekretaris Daerah, Fahrudin mengatakan, TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan TNI dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga desa.

“TMMD ini program dari pusat, provinsi, dan daerah, sehingga kolaborasi ini dalam rangka pemerataan pembangunan. Harapan Pak Presiden pembangunan berasal dari desa dan ini diwujudkan,” kata Fahrudin.

Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng berharap masyarakat turut menjaga dan merawat hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Program ini dari negara untuk warga, untuk rakyat. Jadi warga yang menggunakan juga ikut merawat. Kalau suatu saat ada yang rusak, kita perbaiki bersama. Alhamdulillah sempat turun hujan deras beberapa hari, namun tidak mengganggu pelaksanaan program,” terangnya.

Disampaikan, selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN), wawasan kebangsaan, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, keluarga berencana (KB), hingga pemberdayaan anak dan pencegahan stunting.

Sebagai informasi, untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta dari APBD kabupaten. Sementara bantuan dari APBD Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp239,26 juta.

Di Kabupaten Jepara, TMMD Sengkuyung Tahap II 2026, di Desa Gelang, Kecamatan Keling telah selesai melakukan pengecoran jalan rabat beton, panjang 250 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,12 meter yang merukan bantuan dari ABPD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, juga pengecoran jalan rapat beton sepanjang 306 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,12 meter dan rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni dari bantuan APBD kabupaten.

Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menyampaikan, membangun desa merupakan strategi pemerintah guna pemerataan ekonomi, sekaligus peningkatan kesejahteraan seluruh warga masyarakat. Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang.

“Program TMMD sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, khususnya di pedesaan, daerah tertinggal, terpencil, terisolasi, serta terdampak bencana alam,”ucap Dandim pada penutupan TMMD tersebut, Kamis (21/5/2026).

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, ormas, tokoh pemuda, serta pelajar, yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Gelang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *