Duduki Puncak Survei Pilwakot Semarang, Supriyadi: Saya Tidak Bisa Nolak Jika Ditugasi DPP

SEMARANG (Ampuh.id) – Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Supriyadi menjadi salah satu kandidat calon Wali Kota Semarang yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Pada pemilihan wali kota (Pilwakot) Semarang yang digelar November 2024 ini, muncul 11 nama sebagai kandidat untuk memimpin Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah periode 2024-2029.

Ke-11 kandidat itu, masing-masing Soemarno, Ade Bhakti, Anang Budi Utomo, Arnaz Andrar Asmara, Joko Santoso, Izwar Aminudin, Yoyok Sukawi, Kadarluman dan wali kota incumbent/petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dalam survei versi https://pollingkita.com/, Supriyadi menempati peringkat pertama sebagai calon terkuat untuk memimpin Kota Semarang. Pada poling itu, politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menduduki puncak survey dengan mengumpulkan 28,8 persen suara.

Sementara di bawahnya, terdapat nama Wakil Ketua DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra, Mualim sebesar 20,4 persen. Kendati saat ini perolehan belum besar, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu diperkirakan akan menjadi ancaman bagi para pesaingnya.

“Kalau saya tidak maju, mungkin lebih cocok Mbak Ita (Wali Kota Semarang, red) yang diunggulkan,” ungkap Supriyadi, Minggu (21/4/2024).

Lek Di, sapaan akrab Supriyadi, mengaku tidak mau berandai-andai apakah maju atau tidak dalam Pilwakot nanti. Namun jika rekomendasi dari DPP jatuh padanya sebagai calon wali kota ataupun calon wakil wali kota, dirinya sebagai kader partai tidak bisa menolak.

Terlebih dalam Pemilu Legislatif baru lalu, PDI P Kota Semarang mendapat 14 kursi, yang artinya bisa mengusung pasangan dari internal partai.

“Ya tunggu arahan partai. Kalau ditugasi ya tidak boleh nolak,” tutur mantan Ketua DPRD Kota Semarang ini. (*)

Bagikan:

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *