Istiqomah, Seni Bertahan dalam Kebaikan
CILACAP (Ampuh.id) – Lingkar Kebaikan kembali menggelar Kajian Keislaman bertema “Istiqomah, Seni Bertahan dalam Kebaikan” di Cafe Azana Asia Hotel Cilacap Lantai 2, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap tersebut menghadirkan KH Dani Muhammad Hasan Saeful Mubarok atau yang akrab disapa Ustaz Dani sebagai pemateri utama.
Kajian ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga konsistensi dalam berbuat baik di tengah berbagai tantangan kehidupan modern. Tema istiqomah dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang sering kali bersemangat memulai kebaikan, tetapi kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Ustaz Dani menjelaskanistiqomah merupakan kemampuan untuk terus bertahan dalam kebaikan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan seorang muslim tidak hanya ditentukan oleh banyaknya amal yang dilakukan, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga dan mempertahankan amal tersebut secara berkelanjutan.
“Setiap amal memiliki seninya. Salah satu seni yang paling penting dalam kehidupan adalah seni menjaga kebaikan agar tetap hidup dalam diri kita,” ujarnya di hadapan para peserta kajian.
Untuk mewujudkan istiqomah, Ustaz Dani memaparkan empat langkah utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah memperkuat fondasi internal atau spiritual melalui pembersihan niat dan penetapan niat yang benar karena Allah SWT.
Menurutnya, niat yang lurus akan menjadi sumber kekuatan bagi seseorang dalam menjalankan berbagai kebaikan. Selain itu, seseorang juga perlu menumbuhkan keseimbangan antara rasa takut kepada Allah (khauf) dan harapan terhadap rahmat-Nya (raja’) agar tetap berada pada jalan yang benar.
Langkah kedua adalah manajemen aksi. Ustaz Dani menegaskan istiqomah tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Kebaikan yang kecil namun dilakukan secara terus-menerus justru memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan.
Ia mengajak jamaah untuk memulai perubahan dari hati, pikiran, perkataan, hingga perbuatan. Selain itu, proses perbaikan diri juga perlu dilakukan secara bertahap agar lebih mudah dijaga keberlangsungannya.
Langkah ketiga adalah membangun lingkungan yang mendukung kebaikan. Menurut Ustaz Dani, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan kualitas keimanan seseorang.
Karena itu, setiap individu perlu berupaya menciptakan ekosistem yang positif melalui pergaulan yang baik, keikutsertaan dalam majelis ilmu, serta keterlibatan dalam komunitas yang mendorong pertumbuhan diri. Di sisi lain, pengaruh negatif juga perlu dibatasi, termasuk dari berbagai informasi dan konten yang dikonsumsi setiap hari.
Adapun langkah keempat adalah muhasabah atau evaluasi diri. Melalui muhasabah, seseorang dapat menilai kembali perjalanan hidupnya, memperbaiki kekurangan, serta menjaga semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Ustaz Dani juga mengingatkan pentingnya dzikrul maut atau mengingat kematian sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran diri. Dengan mengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, seseorang akan lebih bijak dalam menentukan prioritas hidup dan memanfaatkan waktu yang dimiliki.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para jamaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan hingga akhir kegiatan. Sejumlah peserta juga memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait upaya menjaga konsistensi dalam beribadah dan berbuat baik.
Melalui kegiatan ini, Lingkar Kebaikan berharap dapat terus menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mendorong lahirnya budaya saling mengingatkan dalam kebaikan di tengah masyarakat.
Kajian tersebut menegaskan istiqomah bukanlah sesuatu yang hadir secara instan. Dibutuhkan niat yang kuat, tindakan yang konsisten, lingkungan yang mendukung, serta evaluasi diri yang berkelanjutan agar seseorang mampu bertahan dalam kebaikan sepanjang hidupnya. (*)


