Penjaringan Kader PDIP di Pilwalkot Semarang, Supriyadi Peserta Pertama yang Ambil Formulir Pendaftaran Calon Wali Kota
SEMARANG (Ampuh.id) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi parpol pertama yang memapaki bursa penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024. Partai berlambang banteng mencereng melalui DPC PDIP Kota Semarang resmi telah membuka penjaringan bagi kader-kader untuk mau di Pilkada Kota Semarang yang digelar 27 November mendatang.
Pembukaan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota ini menandai partai yang dikomandani Megawati Soekarnoputri menjadi partai terdepan dalam menyongsong proses suksesi kepempinan di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.
Tidak sekadar penjaringan calon, PDIP menyediakan formulir bagi kader-kader yang siap mencalonkan diri, baik sebagai calon wali kota maupun calon wakil wali kota. Bahkan, dikabarkan sudah ada kader PDIP yang mengambil formulir pendaftaran yang disediakan panitia penjaringan pada pemilihan wali kota (Pilwakot) Semarang.
Salah satu kader yang merupakan figur familiar dengan PDIP yang mendaftarkan diri adalah Supriyadi. Mantan Ketua DPRD Kota Semarang yang kini menjadi anggota Komisi D DPRD Kota Semarang sudah siap dan mantap untuk maju menjadi calon Wali Kota Semarang lima tahun mendatang.
Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang, Kadarlusman membenarkan pada hari pertama pembukaan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota di PDIP, Supriyadi menjadi peserta pertama yang mengambil formulir pendaftaran.
“Setelah kita buka baru Mas Supriyadi yang ambil, lainnya mungkin menyusul,” kata Kadarlusman.
Kadaruman yang akrab disapa Pilus ini menyebutkan penjaringan ini terbuka untuk umum. Kader PDIP atau dari luar partai bisa mendaftar dan ditunggu hingga 11 Mei 2024.
Sementara Supriyadi menyataka dirinya mengambil formulir pendaftaran untuk mendaftar sebagai calon wakil wali kota. Ia mengaku berani mengambil formulir, karena PDIP adalah partai terbuka yang memberi kesempatan yang sama kepada para kadernya.
“Pengalaman saya 15 tahun di DPRD Kota menjadi modal. Apalagi saya didorong teman-teman dan jaringan di level akar rumput,” katanya
Supriyadi mengaku nothing to loose. Ia menyebut akan tetap baik-baik saja dan menghormati keputusan partai. (*)


