Usai Didemo Ribuan Nelayan Pati, Harga BBM Turun

PATI (Ampuh.id) – Kabar menggembirakan bagi nelayan, termasuk nelayan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pasalnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bagi nelayan akhirnya turun menjadi Rp 15 ribu per liter.

Sebelumnya harga BBM nonsubsidi untuk nelayan dengan kapal 30–200 GT dibandrol hingga sekitar Rp 30 ribu per liter. Kabar turunnya BBM non-subsidi untuk nelayan ini pun disambut dengan suka cita.

Bahkan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto lantaran menurunkan harga khusus BBM non-subsidi bagi pengusaha nelayan sebesar Rp 15 ribu per liter.

Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai menjadi jawaban atas demo nelayan Pati pada Mei 2026 lalu. Aspirasi itu terus diperjuangkan hingga tingkat nasional.

”Alhamdulillah, aspirasi para nelayan Pati akhirnya didengar dan dikabulkan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan nelayan. Ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat benar-benar diperjuangkan hingga membuahkan hasil,” ujar Chandra, Selasa (14/7/2026).

Demo di Alun-alun Pati pada 4 Mei 2026 lalu, Chandra menemui massa dan berjanji akan mengawal tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat.

”Nelayan merupakan penopang penting ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan. Karena itu mereka harus mendapatkan dukungan agar tetap bisa melaut dan menjaga produktivitas hasil tangkapan,” tegas Chandra.

Ia optimistis kebijakan harga khusus BBM akan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pesisir.

Menurutnya, biaya operasional yang lebih ringan akan meningkatkan aktivitas melaut, memperkuat kesejahteraan nelayan, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan nasional.

Pemerintah pusat menetapkan kebijakan tersebut berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (13/7/2026).

Dilansir dari laman resmi https://setneg.go.id/, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pengusaha nelayan dengan kapal 30–200 GT kini memperoleh harga BBM sebesar Rp 15 ribu per liter sebagai bentuk dukungan terhadap daya saing sektor perikanan.

Sementara itu, BBM untuk nelayan di bawah 30 GT telah ditetapkan di harga Rp 6.800 per liter.

Selain itu, harga BBM non-subsidi berdasarkan harga rata-rata produksi solar di dalam negeri dapat dipatok pada angka Rp 18.600 per liter.

Dengan demikian, selisih dukungan sebesar sekitar Rp 3.600 per liter akan dibiayai melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dan kebijakan itu juga disiapkan dengan kuota sekitar 400.000 ton untuk enam bulan ke depan. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *