Tim PkM Dosen Unkartur dan STIFERA Beri Pelatihan Pelaku UMKM Kecamatan Tugu tentang Inovasi Produk dan Pemasaran Olahan Kedelai

SEMARANG (Ampuh.id) – Tim dosen Universitas Karangturi (Unkartur) Semarang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) Semarang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Inovasi Produk dan Pemasaran Olahan Kedelai pada UMKM Tempe di Kecamatan Tugu, Kota Semarang”, Senin (11/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh anggota kelompok Dasa Wisma (Dawis) dari Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan bimbingan langsung dalam pembuatan dua produk inovatif berbahan dasar tempe, yaitu nugget tempe dan kue roll tempe.

Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajarkan keterampilan teknis dalam mengolah kedelai, tetapi juga memperoleh wawasan tentang higienitas, pengemasan, pelabelan, serta strategi pemasaran produk secara digital agar memiliki daya saing di pasar.

Kegiatan ini dipimpin oleh Agustina Ratna Wulandari SE MSi sebagai Ketua Tim Pengabdian, dengan anggota Dra Lusiawati Dewi MSc dan apt Margareta Retno Priamsari MSc.

Agustina Ratna Wulandari menjelaskan program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

“Tempe merupakan bahan pangan bergizi dan mudah diolah. Melalui inovasi seperti nugget tempe dan kue roll tempe, kami ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan nilai jual produk berbasis kedelai sekaligus membuka peluang usaha baru,” ungkapnya.

Rektor Universitas Karangturi, Dra Lusiawati Dewi MSc, yang juga turut menjadi anggota tim pengabdian, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara Unkartur dan STIFERA yang telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi lintas perguruan tinggi yang saling melengkapi. Kami berharap hasil dari pelatihan ini dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan kelompok Dawis,” ujar Rektor UK.

Anggota tim dari STIFERA, apt Margareta Retno Priamsari MSc menambahkan sinergi antara bidang ilmu teknologi pangan dan farmasi dapat menciptakan produk olahan yang tidak hanya menarik dan bernilai jual tinggi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.

Salah satu peserta dari Dawis Kecamatan Tugu mengungkapkan rasa antusias dan terima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

“Kami senang bisa belajar membuat olahan tempe yang berbeda dari biasanya. Ternyata tempe bisa diolah menjadi produk yang modern dan berpeluang untuk dijual. Ini membuka wawasan baru bagi kami,” ungkap Rahma, perwakilan Dawis Kecamatan Tugu.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Karangturi bersama STIFERA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi, pendampingan, dan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *