Salatiga Jadi Pilot Project Pencegahan Narkotika, Pemkot Siap Optimalkan Kolaborasi

SALATIGA (Ampuh.id) – Pemerintah Kota Salatiga memperkuat komitmen melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ditunjuk sebagai salah satu wilayah percontohan (pilot project) oleh BNN Pusat, Salatiga siap mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika Tahun 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, saat menerima audiensi perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, di ruang kerja Wali Kota, Rabu (21/10/2026).

Robby menyebut, sebagai kota pendidikan dengan mobilitas penduduk yang tinggi, Salatiga menghadapi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan narkotika. Karena itu, edukasi dan keterlibatan masyarakat perlu diperkuat, agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Kami berterima kasih karena Salatiga dipercaya menjadi wilayah percontohan. Sebagai kota pendidikan, Salatiga memiliki mobilitas penduduk yang cukup tinggi, termasuk mahasiswa dan pekerja pendatang. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk memperluas jangkauan pencegahan, Pemkot Salatiga siap menggerakkan organisasi perangkat daerah (OPD), sektor pendidikan, dan masyarakat. Jaringan Tim Penggerak PKK hingga tingkat kelurahan, juga dinilai strategis untuk menyampaikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kita memiliki potensi kolaborasi yang besar. Jaringan PKK dapat dioptimalkan untuk menjangkau masyarakat, sementara Dinas Pendidikan bersama OPD terkait dapat memperkuat edukasi dan pencegahan di kalangan pelajar,” tambahnya.

Perwakilan BNNP Jawa Tengah, Eddy Swasono menjelaskan, program itu merupakan bagian dari penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salatiga dinilai memiliki potensi melalui partisipasi masyarakat, organisasi yang peduli terhadap isu narkotika, serta ketersediaan rumah singgah.

Target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045, terangnya, membutuhkan strategi terpadu dan berkelanjutan melalui empat aspek, yakni pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan.

Melalui sinergi Pemkot Salatiga dan BNNP Jawa Tengah, status pilot project diharapkan menjadi momentum memperkuat perlindungan masyarakat, memperluas edukasi, serta membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *