Polisi Telusuri Bukti Petunjuk Sebelum Dion Tewas di Reservoir Siranda
SEMARANG (Nayantaka.id) – Kasus penemuan mayat Dion Kusuma Pratama (20) di dalam Reservoir Siranda, Jalan Diponegoro, Lempongsari, Kota Semarang, masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Sejumlah petunjuk kini tengah ditelusuri, termasuk dugaan korban sempat terlibat perkelahian sebelum ditemukan tak bernyawa.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengungkapkan, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Sudah ada beberapa saksi kami mintai keterangan, termasuk security, pihak keluarga korban, dan teman-temannya,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Selain itu, penyidik juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman awal, korban terlihat berjalan sendirian dalam kondisi diduga dipengaruhi alkohol.
“Memang pada waktu selesai kejadian di tempat hiburan malam, sempat ada perkelahian dengan satu orang. Identitasnya sudah kami kantongi dan sedang kami mintai keterangan. Namun, saat di dekat TKP, korban terlihat sendirian,” jelasnya.
CCTV juga merekam korban sempat mencoba masuk ke rumah warga. “Posisinya sempat mau masuk ke rumah orang, manjat tapi tidak sanggup. Setelah itu korban tidak lagi terekam CCTV,” tambahnya.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, polisi masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik RS Bhayangkara Semarang. “Hari ini penyidik akan koordinasi dengan forensik terkait hasil temuan di lapangan. Ada beberapa hal yang akan kami pastikan dengan keterangan dokter forensik,” kata Andika.
Hingga saat ini, polisi terus menelusuri rangkaian peristiwa yang menimpa Dion. “Yang berkelahi dengan korban adalah pengunjung tempat hiburan malam. Itu juga sudah kami mintai keterangan,” pungkas Kasatreskrim. (*)

