USM dan Universitas Al-Hikmah Jepara Jalin Kerja Sama

SEMARANG (Ampuh.id) – Universitas Semarang dan Universitas Al-Hikmah Jepara menjalin kerja sama dalam pengembangan bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Naskah kerja sama ditandatangani Rektor USM Dr Supari ST MT Rektor Universitas Al-Hikmah Jepara Dr Ita Rahmawati SSi T MKes di kampus USM, Jumat (2/10/2026).

Menurut Ita, sebagai perguruan tinggi swasta yang baru berdiri pada 2022, Universitas Al-Hikmah Jepara menaruh harapan besar untuk belajar dari pengalaman USM, khususnya dalam pengelolaan perguruan tinggi.

”Kami juga ingin belajar banyak tentang pengelolaan perguruan tinggi. Kami universitas swasta yang baru berdiri tahun 2022, sehingga dari USM kami bisa banyak belajar untuk pengelolaan yang lebih baik. Kami berharap, ke depan, USM semakin jaya, semakin sukses, dan menjadi inspirasi bagi PTS-PTS, terutama yang baru berkembang seperti Universitas Al-Hikmah Jepara,” ujarnya.

Dia mengatakan, di bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa serta pengembangan kurikulum. Di bidang penelitian, kedua pihak akan menjalankan riset kolaboratif dan menulis artikel ilmiah bersama.

Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak akan menyelenggarakan program bersama yang menyasar kebutuhan masyarakat di Semarang, Jepara, dan sekitarnya.

”Kerja sama ini juga meliputi kegiatan akademik lain, seperti workshop dan seminar bersama, serta peningkatan kapasitas tata kelola perguruan tinggi melalui berbagi pengalaman dan praktik baik dari USM. Sebagai langkah lanjutan, kami sepakat menyusun perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis pada masing-masing bidang,” ungkapnya.

Dia berharap, Universitas Semarang terus tumbuh semakin jaya dan sukses dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Selain itu juga dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya.

Sementara itu, Rektor USM Dr Supari mengatakan, perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus tampil sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dia menjelaskan dampak tersebut mencakup tiga aspek utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pada aspek ekonomi, perguruan tinggi berkontribusi melalui lahirnya teknologi baru, start-up berbasis riset, serta lulusan yang kompetitif di dunia kerja. Aspek sosial diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, serta dukungan terhadap layanan publik. Sementara dari sisi lingkungan, USM mendorong riset energi terbarukan dan inisiatif keberlanjutan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.

”Perguruan tinggi yang berdampak adalah perguruan tinggi yang mampu menerjemahkan temuan jurnal menjadi aksi nyata di lapangan,” katanya.

Supari menambahkan, transformasi perguruan tinggi harus dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal, reformasi kurikulum menjadi langkah penting agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan era industri 4.0 dan 5.0. Pembelajaran diarahkan lebih berbasis proyek, interdisipliner, dan mengintegrasikan teknologi digital serta kecerdasan buatan.

Di sisi eksternal, perguruan tinggi berperan sebagai penggerak transformasi wilayah melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan. Untuk memperkuat dampak tersebut, USM aktif menjalin kemitraan melalui model Triple Helix (Pemerintah–Industri–Akademisi) dan Quadruple Helix yang melibatkan masyarakat.

”Perguruan tinggi adalah investasi terbesar suatu bangsa. Dengan dampak yang kuat, transformasi berkelanjutan, dan kolaborasi strategis, perguruan tinggi dapat menjadi pusat peradaban yang mendukung kemajuan masyarakat,” tegas Supari. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *