Pilkada Serentak 2024, Kesbangpol Jateng: Dana Bantuan Tahap Dua Cair 10 Juni 2024
SEMARANG (Ampuh.id) – Pencairan dana untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 di wilayah Jawa Tengah pada tahap pertama telah selesai dilakukan.
“Untuk pencairan tahap kedua akan dilakukan pada 10 Juni 2024 mendatang,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Haerudin, di Semarang, baru-baru ini.
Haerudin mengatakan untuk memastikan tersalurkannya dana Pilkada tersebut, pihak sudah melakukan pengecekan terhadap kabupaten/kota yang menjadi peneriman bantuan tersebut.
Dari hasil pengecekan itu, Kesbangpol telah mendapati data bahwa penyaluran dana tahap pertama untuk pelaksanakan suksesi kepemimpinan di daerah diterima pemerintah setempat. Khusus untuk pencairan tahap kedua, Pemprov secara serentak akan menggulirkan dana bantuan itu pada 1o Juni 2024.
Terkait pembagian anggaran pelaksana Pilkada 2024, lanjutnya, KPU Provinsi Jateng mendapat bagian Rp 790 miliar, sementara Bawaslu Rp 193 miliar, Polda Rp 60 miliar, dan Kodam Rp 7 miliar. Hal ini sudah ditetapkan dalan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah beberapa waktu lalu.
Selain memastikan keamanan dana Pilkada Serentak, Haerudin mengatakan Kesbangpol juga berupaya untuk menekan dan melakukan pencegahan dini terhadap kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Termasuk mengatasi mitigasi konflik dan dinamika politik lokal.
Selama tahap persiapan Pilkada 2024 ini, lanjut dia, pihaknya juga melibatkan jumlah partisipasi pemilih. Dia menargetkan, pada Pilkada Serentak 2024 di Jateng target pemilihnya rata-rata mencapai 82,59 persen.
“Namun masih ada beberapa kabupaten/kota yang menjadi PR (pekerjaan rumah) karena partisipasinya di bawah 80 persen, seperti di Kabupaten Brebes, Pemalang, Kabupaten. Yang masih di bawah 70 persen, kami tekankan untuk mendongkrak partisipasi supaya meningkat. Karena salah satu indikator suksesnya pemilu yaitu tingkat partisipasi yang tinggi,” jelas Haerudin.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendalaman agar partisipasi pemilih meningkat. Ia menilai, salah satu faktornya yakni banyak pemilih yang kerja di luar daerah, dan ketika waktu pemungutan suara tidak bisa pulang (*)


