Mahasiswa USM Harus Berani Ambil Peluang di Tingkat Internasional

SEMARANG (Ampuh.id) – Universitas Semarang (USM) terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di tingkat internasional. Berbagai kesempatan diberikan kepada mahasiswa melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, termasuk kompetisi internasional yang dapat menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas.

Hal tersebut disampaikan Sinta Pramucitra SIKom MIKom, selaku Manajer Kerja Sama dan Komunikasi Publik Direktorat Kerja Sama, Hilirisasi, Inovasi dan Internasional USM, dalam program Woman Talk Radio USM Jaya Semarang bertema ”Kiprah Pemuda di Kancah Internasional” pada Selasa (3/11/2026).

Dalam talkshow tersebut, Sinta menjelaskan peluang mahasiswa untuk berkiprah di tingkat internasional sangat terbuka luas.

Menurutnya, mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai wadah dan fasilitas yang disediakan kampus untuk mengembangkan kemampuan, baik melalui organisasi, unit kegiatan mahasiswa (UKM), maupun kompetisi di tingkat nasional dan internasional.

”Salah satu bukti kiprah mahasiswa USM di tingkat internasional ditunjukkan melalui keikutsertaan empat mahasiswa dalam kompetisi kuliner internasional di Nanning, China. Dalam ajang tersebut, mahasiswa USM membawa kreasi kuliner dengan mengangkat cita rasa khas Indonesia yang dipadukan dengan penyajian modern,” katanya.

Dalam event tersebut, mahasiswa USM, Gamaliel Corsel, berhasil meraih Bronze Award melalui kreasi olahan rendang yang dikemas dalam konsep Indonesian Beef Steak with Gravy Sauce.

Selain itu, terdapat pula kreasi makanan berupa kue lumpur dengan sentuhan kopi Gayo yang menjadi salah satu karya mahasiswa dalam kompetisi tersebut.

Sinta mengungkapkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USM memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh pihak universitas, mulai dari pimpinan hingga berbagai unit pendukung.

”Peluang untuk kita berkiprah di dunia internasional itu banyak banget. Banyak kesempatan yang diberikan universitas untuk kita mengembangkan diri. Jadi, teman-teman mahasiswa ini punya banyak sekali wadah,” ungkapnya.

Dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi internasional, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu aspek penting.

Sinta menjelaskan pengalaman mengikuti kompetisi di China memberikan tantangan tersendiri, terutama karena penggunaan Bahasa Inggris tidak selalu dapat membantu komunikasi secara langsung di negara tersebut.

”Oleh karena itu, keterlibatan Language and Communication Center (LCC) USM menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam mempersiapkan mahasiswa. LCC memberikan pembelajaran Bahasa Inggris secara intensif kepada peserta dalam waktu sekitar satu minggu sebelum keberangkatan. Pembekalan tersebut bertujuan membantu mahasiswa mempersiapkan kemampuan komunikasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi internasional,” ujarnya.

Selain kemampuan bahasa asing, Sinta menekankan pentingnya kesiapan mental, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan rencana, seperti perubahan teknis perlombaan dan kendala komunikasi.

Dia menceritakan dalam kompetisi kuliner di China, peserta yang awalnya dipersiapkan secara berpasangan ternyata harus mengikuti perlombaan secara individu. Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus menyesuaikan strategi dalam waktu singkat, termasuk mengembangkan resep dan penyajian makanan agar tetap dapat mengikuti ketentuan perlombaan.

”Selain skill bahasa asing, percaya diri itu menjadi nomor satu. Ketika kita tidak percaya diri, itu akan berpengaruh terhadap performance kita. Kita harus meyakinkan diri bahwa kita punya value,” ungkap Sinta.

Lebih lanjut, dia mengatakan, dukungan USM terhadap mahasiswa tidak hanya berupa pembekalan kemampuan, tetapi juga dukungan materi dan fasilitas keberangkatan.

Dukungan tersebut diberikan oleh Rektor beserta jajaran wakil rektor sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai ajang dan membawa nama universitas ke tingkat internasional.

Menurut Sinta, pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga memberikan manfaat besar bagi pengembangan diri mahasiswa.

Selain memperoleh prestasi, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun mental kompetitif, serta memperoleh pengalaman yang menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

Dia berharap, mahasiswa USM tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan, tetapi juga aktif mengeksplorasi berbagai kesempatan yang telah disediakan kampus. Dengan memanfaatkan peluang tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi sekaligus menciptakan prestasi yang membanggakan.

”Apapun yang ada di kampus kita itu harus kalian eksplorasi supaya bisa mendapatkan peluang dan hal positif dari apa yang sudah disediakan universitas. Jangan sampai hanya duduk diam, kuliah, lalu pulang. Ambil kesempatan yang ada karena universitas memberikan dukungan penuh,” pesannya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *