Rektor USM Ajak Generasi Muda Aktif, Kolaboratif dan Berintegritas
SEMARANG (Ampuh.id) – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadi pribadi yang aktif, inovatif, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan karakter, memperluas jaringan, serta berkontribusi bagi masyarakat.
”Semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dahulu pemuda berjuang untuk persatuan dan kemerdekaan, saat ini generasi muda menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, persaingan dunia kerja, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat,” kata Supari dalam program Rektor Menyapa Radio USM Jaya Semarang bertema “Membangun Pemuda yang Aktif dan Kolaboratif”, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, semangat perjuangan pemuda masa kini harus diwujudkan melalui kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Selain itu, mahasiswa perlu membangun sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta mampu bekerja sama tanpa memandang latar belakang.
”Pemuda yang menjadi harapan bangsa adalah mereka yang memiliki tiga hal utama, yaitu kompeten, berintegritas, dan adaptif,” ujarnya.
Dia menambahkan, kompetensi berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan zaman. Sementara itu, integritas mencakup kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap nilai kebenaran.
”Adapun sikap adaptif diperlukan agar generasi muda mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” jelasnya.
Dia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain kemampuan akademik, dia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar perkuliahan, seperti organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, kewirausahaan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa aktif adalah mereka yang mampu membaca situasi, memiliki inisiatif, serta berani mengambil tindakan untuk menciptakan peluang. Pengalaman di luar ruang kelas juga dapat melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, hingga pengambilan keputusan.
”Peluang itu di-create, bukan ditunggu. Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan idealisme yang sangat besar. Potensi itu perlu diarahkan menjadi kegiatan yang produktif dan memberi manfaat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supari menekankan pentingnya membangun networking atau jaringan sejak masih menjadi mahasiswa. Menurutnya, jaringan yang luas dan berkualitas dapat membuka berbagai kesempatan, mulai dari informasi beasiswa, magang, pekerjaan, kompetisi, penelitian, hingga peluang membangun usaha.
Dia menyarankan mahasiswa mulai membangun hubungan baik dari lingkungan terdekat, seperti teman kuliah, dosen, senior, alumni, praktisi, hingga komunitas di luar kampus. Namun, networking bukan sekadar mengumpulkan kontak atau menambah teman di media sosial, melainkan membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, komunikasi, sikap saling menghargai, dan memberikan manfaat satu sama lain.
Mahasiswa yang kurang percaya diri tidak perlu merasa terhambat untuk membangun jaringan. Kemampuan tersebut dapat dilatih secara bertahap dengan memulai komunikasi, berdiskusi, bertanya, serta terlibat dalam berbagai kegiatan bersama.
”Setiap mahasiswa memiliki karakter berbeda. Ada yang mudah bergaul, tetapi ada juga yang cenderung pendiam atau membutuhkan waktu untuk membangun kedekatan dengan orang lain. Hal tersebut bukan penghalang untuk membangun networking,” ungkapnya.
Dia mengatakan, USM memiliki peran strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan. Tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan dan gelar akademik, USM juga berupaya membangun ekosistem yang mendukung pengembangan kompetensi, karakter, pengalaman, dan jaringan mahasiswa.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, lembaga penelitian, komunitas, serta organisasi profesional, baik di dalam maupun luar negeri.
”Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program pemagangan, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, seminar, kuliah bersama, dan berbagai kegiatan kolaboratif lainnya,” jelasnya.
Selain itu, USM juga mengoptimalkan peran alumni melalui program Alumni Kembali ke Kampus. Program tersebut menjadi wadah bagi alumni untuk berbagi pengalaman, memberikan pendampingan, serta membuka akses informasi karier dan kesempatan kerja bagi mahasiswa.
Supari mencontohkan kiprah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian USM yang berhasil meraih Bronze Award dalam ajang 2026 China-ASEAN Culinary Skills Competition for Students from Professional Colleges di China pada akhir Oktober 2026.
”Dalam kompetisi tersebut, USM mengirimkan empat mahasiswa dan dua dosen pendamping, serta berhasil menunjukkan kemampuan kuliner Indonesia di tingkat internasional. Saya mengajak secara khusus, mari bersama USM menjadi pemuda aktif, inovatif, dan berintegritas untuk membangun Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya. (*)


