WEFEST 2026 Apresiasi Karya Film Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

SEMARANG (Ampuh.id) – Walisongo TV menyelenggarakan Walisongo TV Event Festival (WEFEST) 2026 pada Kamis (29/10/2026) sebagai ruang apresiasi karya film mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Mengusung tema “Recreate, Record, Remember”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, mengembangkan kreativitas, serta memperluas wawasan mengenai dunia perfilman.

Rangkaian WEFEST 2026 diawali dengan pemutaran (screening) film karya peserta. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya yang telah melalui proses kreatif dan produksi. Film juga menjadi media untuk menyampaikan cerita, gagasan, serta pesan yang dapat memberikan makna bagi penontonnya.

Ketua Panitia WEFEST 2026, Salmalia, menyampaikan kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati karya film, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari proses kreatif dibalik pembuatannya.

“Kami berharap, melalui kegiatan screening film, talkshow, dan bedah film hari ini, kita tidak hanya bisa menikmati karya yang ditampilkan, tetapi juga belajar dari proses kreatif di baliknya. Karena bagi kami, film bukan sekadar karya visual, tetapi juga media untuk menyampaikan cerita, gagasan, dan pesan yang bisa memberikan makna bagi orang lain,” ujar Salmalia.

Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang kategori Best Short Film. Penghargaan ini diberikan kepada tiga karya terpilih sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan upaya mahasiswa dalam menghasilkan karya audiovisual.

Juara pertama diraih oleh Production House Deadline Fajar melalui film “Tutur Bantin”. Posisi kedua diraih Production House Titik Temu melalui film “Tumindak”, sedangkan posisi ketiga diraih Production House Catalicy melalui film “Manungsa”.

Memasuki acara puncak, WEFEST 2026 menghadirkan sesi bedah film bersama tim produksi film “Tutur Bantin” sebagai peraih penghargaan pertama. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh proses kreatif, pengembangan cerita, serta berbagai pertimbangan di balik pembuatan film yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film karya narasumber, Fajar Boby S dari Tanda Baca Creative, berjudul “38 – The Last Swing”. Pemutaran ini menjadi pengantar bagi peserta untuk mengenal karya narasumber sebelum memasuki sesi talkshow.

Melalui talkshow, peserta memperoleh ruang untuk berdiskusi dan memperluas wawasan mengenai dunia perfilman, mulai dari pengembangan ide cerita, proses produksi, hingga tantangan dalam menciptakan sebuah karya. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang perfilman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Ummul Baroroh, turut menyampaikan harapannya agar semakin banyak sineas muda yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus berpegang pada nilai-nilai Islam.

“Semoga semakin banyak sineas baru ke depannya yang tidak hanya membuat karya yang bagus, tetapi juga menghasilkan karya yang sesuai dengan akidah Islam. Apalagi sebagai mahasiswa UIN, akan sangat baik jika kita bisa membuat karya yang mengandung nilai-nilai Islam, seperti film Para Pencari Tuhan,” ujar Ummul Baroroh.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kreativitas dalam dunia perfilman dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan film sebagai media komunikasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui WEFEST 2026, Walisongo TV berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengapresiasi karya, bertukar gagasan, serta mengembangkan kreativitas dalam produksi film. Sejalan dengan tema “Recreate, Record, Remember”, WEFEST menjadi momentum untuk menciptakan karya, merekam gagasan, dan mengabadikan cerita yang dapat terus dikenang. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *