Mahasiswa KKN USM Latih Ibu-Ibu PKK Gedawang Olah Lidah Buaya Jadi Masker dan Minuman

SEMARANG (Ampuh.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VII Universitas Semarang (USM) menggelar Pelatihan Pemanfaatan Lidah Buaya Menjadi Beragam Produk Bernilai Guna di RW 06 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, baru-baru ini.

Ketua Tim KKN Tematik VII USM RW 06 Gedawang, Wahyu Dwi mengatakan, tujuan kegiatan yang diikuti ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tersebut untuk mengenalkan potensi lidah buaya agar dapat diolah menjadi produk olahan rumahan yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan secara langsung cara mengolah lidah buaya menjadi produk siap pakai, seperti minuman segar, masker rambut, hingga pelembap kulit (moisturizer).

lidah buaya dipilih karena ketersediaannya yang ada di lingkungan sekitar warga namun belum dimanfaatkan secara optimal.

”Lidah buaya sangat mudah ditemukan di pekarangan warga dan di taman desa, tetapi sering kali hanya dijadikan tanaman hias. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana ini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi perawatan sehari-hari,” ujar Wahyu Dwi.

Kegiatan itu didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fitria Maya Lestari ST MT. Menurut Fitria, program kerja itu merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.

”Kami berharap, melalui kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program KKN selama dua bulan ini, masyarakat dapat terus mengembangkan potensi bahan lokal menjadi produk yang berdaya saing serta menopang perekonomian keluarga,” ungkapnya.

Ketua PKK RW 06 Gedawang, Wiwik, menyambut positif inisiatif dari para mahasiswa USM tersebut. Menurutnya, pelatihan itu memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh ibu-ibu di wilayahnya.

”Ibu-ibu sangat antusias karena ternyata cara membuatnya cukup mudah dan bahannya aman. Harapannya, keterampilan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa dikembangkan menjadi ide usaha rumahan,” ungkap Wiwik. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *