UNS dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Perlindungan bagi Mahasiswa KKN 2026
SOLO (Ampuh.id) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Direktorat Kemahasiswaan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli–Agustus 2026. Pembekalan dilaksanakan di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS, Kampus UNS Solo, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof Ir Dody Ariawan ST MT PhD IPU menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Kemahasiswaan dan seluruh panitia atas persiapan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan baik. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para narasumber dan seluruh pihak pendukung yang telah berkontribusi demi kelancaran pelaksanaan KKN tahun ini.
“KKN dinilai bukan sekadar program akademik maupun kewajiban kurikuler, tetapi menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara langsung, belajar beradaptasi, membangun empati, serta menghadirkan solusi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki,” terang Prof Dody.
Selain itu, KKN juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi yang baik di tengah keberagaman masyarakat.
Mahasiswa UNS diharapkan dapat menjaga nama baik universitas, menjunjung etika dan tata perilaku, menghormati budaya lokal, serta menjadi pribadi yang solutif, adaptif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tahun ini sebanyak 2.935 mahasiswa akan diterjunkan dan didampingi oleh 110 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Jumlah yang besar ini tentu menjadi kekuatan luar biasa apabila dijalankan dengan semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” katanya.
Mahasiswa diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan kekompakan tim selama menjalankan program pengabdian di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga komunikasi yang baik dengan DPL maupun pemerintah daerah setempat serta tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan KKN.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Teguh Wiyono menjelaskan mahasiswa yang sedang mengikuti kegiatan KKN penting mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, karena mereka juga memiliki risiko yang sama dengan tenaga kerja ketika melakukan pekerjaan di tempat prakteknya.
Saat KKN mahasiswa akan bekerja layaknya pekerja umumnya, mereka akan menghadapi berbagai risiko pekerjaan yang akan dihadapi.
Oleh karena itu, keberadaan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan perlindungan diri dari berbagai hal dan risiko yang tidak diinginkan selama KKN berlangsung.
“Pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat untuk perlindungan diri dari risiko saat bekerja,” ujarnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS Prof Dr Ir Joko Sutrisno MP menyampaikan untuk mendukung kesiapan pelaksanaan KKN yang dijadwalkan diberangkatkan pada 7 Juli 2026, UNS kembali menyelenggarakan pembekalan lanjutan secara luring di Auditorium. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 305 ketua maupun perwakilan tim sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi dan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Berbagai narasumber dan unit pendukung dihadirkan dalam pembekalan tersebut guna memberikan penguatan kepada mahasiswa dari berbagai aspek. BPJS Ketenagakerjaan memberikan pemahaman terkait perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Melalui seluruh rangkaian pembekalan tersebut, UNS berharap mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, sosial, etis, serta tangguh dalam menghadapi dinamika di lapangan.
“UNS menargetkan seluruh rangkaian kegiatan KKN, mulai dari keberangkatan pada 7 Juli 2026 hingga penarikan kembali pada 21 Agustus 2026, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Melalui pelaksanaan KKN tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman pembelajaran langsung di tengah kehidupan masyarakat.
“Pembekalan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk belajar hidup, berinteraksi, dan berkarya bersama masyarakat, sehingga kelak mampu menjadi insan yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (*)


