MPWK FT Unissula Gelar Seminar Hasil Penelitian Berseri, Wadahi 15 Mahasiswa Matangkan Tesis dan Artikel Ilmiah
SEMARANG (Ampuh.id) – Program Studi S2 Magister Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (MPWK FT Unissula) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat tradisi akademik serta memacu peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui penyelenggaraan Seminar Hasil Penelitian secara berseri, institusi ini merancang sebuah ruang evaluasi akademik yang berkelanjutan bagi para mahasiswanya. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara intensif mulai tanggal 8 Agustus 2026 hingga 29 Agustus 2026.
Sebanyak lima seri seminar akan digelar secara bertahap dan terstruktur untuk memberikan wadah ideal bagi para mahasiswa dalam mematangkan hasil penelitian serta menyempurnakan naskah artikel ilmiah mereka sebelum akhirnya diuji dalam sidang tesis final.
Dalam rangkaian forum ilmiah yang bergengsi ini, sebanyak 15 mahasiswa Angkatan 1 MPWK FT Unissula dijadwalkan tampil secara bergantian untuk memaparkan seluruh proses kajian, rekam jejak metodologis, hingga temuan-temuan penting yang berhasil diungkap dari riset lapangan.
Forum ini disiapkan secara khusus agar para mahasiswa dapat menyajikan draft tesis mereka secara utuh dan mendalam di hadapan dewan dosen pembahas.
Peran dosen pembahas dalam ajang ini memegang posisi yang sangat krusial, mengingat mereka bertindak ganda sebagai pembimbing sekaligus penguji.
Para akademisi tersebut bertugas memberikan evaluasi mendalam, pertimbangan teoritis, koreksi mendasar, serta masukan-masukan konstruktif demi menaikkan standar mutu penelitian yang dipresentasikan.
Para mahasiswa yang telah siap menyampaikan paparan diseminar hasil penelitian ini mencakup nama-nama berikut ini: Taufik Setyawan, Yanuar Arifin, Eka Mariya Cahyadi, Bagas Romadhona Sukma, Hermansyah, Farid Nugroho, Syarifah Atia, Achid Shoimul Fajri, Muhammad Miftakhul Muafiq, Agus Ricky Hartanto, Santi Inderawati, Rizki Maulana Yuliriyanto, Sumantri, Reika Chandrayanti, dan Muhammad Rezal Navi’ Alawy.
Mengenai mekanisme pelaksanaannya, panitia penyelenggara menerapkan skema hibrida yang kolaboratif dengan memadukan metode tatap muka (offline) dan dalam jaringan (online). Seminar Hasil Penelitian Seri 1, Seri 3, dan Seri 4 diposisikan untuk berlangsung secara langsung di Gedung Fakultas Teknik UNISSULA Lantai 2, Kampus Kaligawe Semarang.
Sementara itu, untuk Seri 2 dan Seri 5, kegiatan dikemas dalam format online interaktif. Pemilihan format daring ini bertujuan untuk memperluas jangkauan aksesibilitas, memudahkan keterlibatan akademisi eksternal, serta memungkinkan para dosen pembahas maupun peserta dari luar daerah untuk berpartisipasi secara optimal tanpa terhalang oleh batasan geografis.
Seminar Hasil Penelitian ini bertindak sebagai fondasi dan pijakan awal yang sangat menentukan, mengingat output utama yang diharapkan dari forum ini adalah draf tesis yang siap dipoles menjadi karya tesis final yang komprehensif. Demi menjaga dan memastikan standar mutu kelulusan yang tinggi, proses evaluasi dilaksanakan melalui penilaian multidimensi pada berbagai aspek kunci.
Dewan dosen pembahas akan menguji ketajaman substansi dan konteks permasalahan, kedalaman analisis serta kebaruan (novelty) dalam telaah pustaka, ketepatan rancangan metodologi, hingga validitas data serta ketajaman analisis temuan studi. Tidak hanya itu, kualitas penyusunan draf artikel ilmiah yang disiapkan mahasiswa serta ketangkasan teknik presentasi dalam mempertahankan gagasan ilmiah turut menjadi indikator penting dalam penentuan nilai akhir.
Ketua Program Studi MPWK FT Unissula, Dr Ir Mohammad Agung Ridlo, MT menegaskan gelaran seminar berseri ini dibangun bukan sekadar sebagai pemenuhan formalitas administratif untuk meraih gelar magister.
Lebih jauh dari itu, agenda ini dirancang sebagai langkah dan lompatan strategis program studi untuk mendorong lahirnya naskah artikel ilmiah berkualitas tinggi yang siap ditembuskan ke jurnal-jurnal ilmiah bereputasi, baik di tingkat nasional terakreditasi maupun internasional. Hal tersebut sejalan dengan visi program studi yang mewajibkan publikasi ilmiah sebagai salah satu luaran utama (mandatory output) bagi mahasiswa strata dua.
Dia menyampaikan harapannya agar melalui wadah seminar berseri ini, mahasiswa tidak hanya berfokus pada target penyelesaian tesis secara prosedural, melainkan mampu melahirkan karya ilmiah yang solid, metodologis, dan bereputasi.
Hasil-hasil riset tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran yang riil, membawa perspektif baru, serta menjadi rujukan pemecahan masalah dalam dinamika perkembangan ilmu perencanaan wilayah dan kota, khususnya dalam menjawab tantangan penataan ruang dan pembangunan di Indonesia. (*)


