Tim PPBM USM Beri Pelatihan Pembuatan Nugget dan Kebersihan SSOP dan GMP

SEMARANG (Ampuh.id) – Tim Pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Universitas Semarang (PPBM USM) memberikan Pelatihan Pembuatan Nugget dan Kebersihan Sanitation Standard Operating Procedures dan Good Manufacturing Practices (SSOP dan GMP) serta Pendampingan dalam Pemasaran melaui Digital kepada karyawan Rumah Potong Ayam (RPA) Muryadi, Semarang, Kamis (21/8/2025).

Tim PkM terdiri atas Ketua Dr Ir Iswoyo SPt MP, Prof Sri Budi Wahjuningsih MP, Zulhaq Dahri Siqhny ST MT. Mereka dibantua dua mahasiswa yakni Angelina Intan M, Benedictus Dimas PN.

Tim Pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tersebut dibiayai oleh DPPM-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia berdasarkan Nomor Kontrak : 014/LL6/PM/AL.04/2025.

Menurut Iswoyo, tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing RPA Muryadi melalui diversifikasi produk olahan dari karkas sisa produksi (nugget ayam, ayam ungkep, dan ayam frozen), penerapan teknologi tepat guna (food processor, pengukus, dan vacuum sealer), penyusunan SOP keamanan pangan, serta penguatan branding dan strategi pemasaran digital.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat membantu RPA Muryadi dalam mengurangi sisa karkas yang tidak laku terjual, menghasilkan produk olahan yang higienis dan bernilai jual lebih tinggi, serta memperluas akses pasar melalui segmen frozen food dan platform digital.

Dalam paparannya, Iswoyo menekankan pentingnya diversifikasi produk olahan dari karkas sisa produksi ayam agar tidak menjadi limbah, melainkan bernilai tambah bagi mitra UMKM.

Karkas dapat diolah menjadi berbagai produk siap saji seperti nugget ayam, ayam ungkep beku, dan ayam beku berkemasan vakum.

”Produk tersebut tidak hanya memiliki daya simpan lebih panjang, tetapi juga lebih higienis dan sesuai dengan tren frozen food yang semakin diminati konsumen,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Iswoyo memperlihatkan langkah-langkah teknis sederhana pengolahan karkas menggunakan teknologi tepat guna, termasuk food processor untuk pembuatan adonan nugget, pengukus untuk pemasakan, serta vacuum sealer untuk pengemasan kedap udara.

”Dengan penerapan teknologi ini, mitra RPA Muryadi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, menjaga mutu, dan menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Adapun Prof Sri Budi menekankan aspek keamanan pangan sebagai faktor penting dalam pengembangan produk olahan ayam UMKM.

Dia menjelaskan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) yang mencakup kebersihan pekerja, peralatan, serta proses produksi.

Dia juga menyoroti pentingnya penggunaan kemasan higienis yang tidak hanya melindungi produk dari kontaminasi, tetapi juga menarik secara visual dan sesuai regulasi.

”Dengan penerapan standar keamanan pangan, produk olahan RPA Muryadi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen,” ungkapnya.

Dalam sesi terakhir, Zulhaq menyampaikan pentingnya strategi branding, desain kemasan, dan pemasaran digital sebagai pendukung keberhasilan diversifikasi produk.

Dia menekankan bahwa identitas merek yang kuat, kemasan menarik sesuai regulasi, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace dapat memperluas jangkauan pasar produk olahan ayam.

”Contoh katalog digital dan konten promosi online ditunjukkan untuk memberi gambaran praktis kepada mitra, sehingga RPA Muryadi mampu bersaing di pasar modern dan meningkatkan daya saing usahanya secara berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu, Pemilik RPA Muryadi, Novia berharap, pendampingan ini terus berlanjut agar usaha dapat semakin berkembang, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *