Program KB di Solo, Vasektomi Semakin Digemari sebagai Pilihan Kontrasepsi Pria
SOLO (Ampuh.id) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solomencatat adanya peningkatan tren penggunaan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi pada program KBdi Solo.
Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo Ch Novita Indriani menjelaskan vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi permanen pada pria yang dilakukan dengan memotong atau menutup saluran sperma (vas deferens).
Dengan begitu sperma tidak keluar saat ejakulasi. Akibatnya, kehamilan dapat dicegah. Warga yang menggunakan MOP yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Solo meningkat setiap tahunnya, yakni 25 orang pada 2024, menjadi 39 pada 2025. DP3AP2KB Kota Solo menargetkan 45 orang menjalani MOP pada 2026.
“Target pada tahun 2024-2025 tercapai semua. Bahkan ada yang sampai inden untuk tahun anggaran selanjutnya,” kata dia saat ditemui Espos di Balai Kota Solo, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, kontrasepsi pria khususnya MOP semakin diminati sebagai pilihan metode KB karena salah satunya adanya sosialisasi kepada masyarakat bahwa steril KB pada pria beda dengan kebiri dengan mengundang orang yang sudah menjalani MOP untuk memberikan testimoni agar masyarakat tertarik.
Tanpa Efek Samping
“Semakin mereka memahami, ternyata MOP aman dilakukan dan tidak menimbulkan efek samping apabila sesuai dengan anjuran dokter. Setelah menjalani MOP, pasangan tetap dianjurkan menggunakan alat pengaman saat berhubungan terlebih dahulu, karena masih ada kemungkinan sisa sperma tertinggal di saluran sperma,” ujarnya.
Novita mengatakan DP3AP2KB Kota Solo menyiapkan reward atau insentif bagi warga yang mengikuti program KB MOP, selama anggaran masih tersedia. Dana tersebut diberikan sebagai pengganti penghasilan karena peserta tidak dapat bekerja sementara waktu setelah menjalani tindakan operasi.
Ia mengatakan tindakan MOP dilakukan dengan sayatan kecil dan minim rasa nyeri. Setelah menjalani tindakan, pasien umumnya sudah bisa kembali bekerja atau beraktivitas seperti biasa pada keesokan harinya. Menurutnya, rasa nyeri setelah MOP juga tidak sesakit saat sunat.
Warga Solo yang berminat mengikuti program ini dapat menghubungi atau mendaftar melalui penyuluh KB di lima kecamatan atau ke DP3AP2KB Kota Solo. Bagi warga yang memenuhi persyaratan, pelayanan akan dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk.
Ia menjelaskan, syarat peserta MOP antara lain istrinya masih dalam usia subur dan berusia di bawah 45 tahun. Selain itu, pasangan tersebut minimal sudah memiliki dua anak, dan anak kedua sudah melewati usia balita. (*)


