Mahasiswa Ilkom USM Mengedukasi Siswa SD Kristen Bala Keselamatan tentang Kesetaraan Gender

SEMARANG (Ampuh.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi memberikan edukasi bertema “Menjadi Teman yang Baik dengan Bersikap Setara Tanpa Membedakan Gender” di SD Kristen Bala Keselamatan, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan dibuka Kepala SD Kristen Bala Keselamatan, Tjandian Susanti SE SPd.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kodim Demak, Serma Siswanto dan mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Ade Restu Putri.

Ketua Panitia, Felita Cahyaningtyas mengatakan, kegiatan yang diikuti 20 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 SD itu bertujuan menanamkan nilai kesetaraan, sikap saling menghargai, serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang baik sejak usia dini tanpa membedakan gender.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, siswa SD Kristen Bala Keselamatan dapat menerapkan nilai-nilai kesetaraan dan pertemanan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

”Selain menjadi sarana edukasi bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menerapkan ilmu komunikasi gender secara langsung kepada masyarakat,” katanya.

Dalam sambutannya, Tjandian Susanti menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah menghadirkan kegiatan edukasi yang bermanfaat bagi para siswa.

”Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya sikap saling menghormati dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua siswa,” ujarnya.

Dalam materinya, Siswanto menjelaskan pentingnya disiplin, menghargai sesama, serta memperlakukan teman secara adil tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.

Dia juga mengajak para siswa untuk menjadi pribadi yang sopan, peduli, dan mampu menjaga hubungan baik dengan teman-temannya.

Adapun Ade Restu Putri memaparkan cara menjadi teman yang baik melalui sikap tidak menyakiti, tidak mengejek, saling membantu, dan mau mendengarkan teman ketika berbicara.

Selain itu, siswa juga diajak memahami bahwa semua anak bebas bermain apa saja tanpa harus dibatasi oleh gender, seperti anak laki-laki yang suka memasak maupun anak perempuan yang suka bermain sepak bola.

Ade juga mengajak siswa untuk menghentikan sikap membeda-bedakan teman, baik dari fisik, kemampuan, maupun gender.

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi ringan, pertanyaan sederhana, dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi cerita, serta mengikuti ajakan untuk saling menghargai dan membantu sesama teman.

Kegiatan juga diisi dengan ajakan bersama untuk menjadi teman yang baik, tidak mengejek, tidak membeda-bedakan, dan saling mendukung satu sama lain.

”Selain menjadi sarana edukasi bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menerapkan ilmu komunikasi gender secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *