Pemkot Pekalongan Percepat Vaksinasi Campak bagi Tenaga Kesehatan

PEKALONGAN (Ampuh.id) – Pemerintah Kota Pekalongan berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi campak pada tenaga kesehatan sebagai langkah pencegahan (preventif) menghadapi peningkatan kasus campak di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti mengatakan pihaknya menargetkan vaksinasi campak bagi kelompok prioritas, seperti dokter, dokter gigi, spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, serta seluruh petugas yang menunjang pelayanan kesehatan untuk mencegah mereka terpapar penyakit menular itu.

“Vaksinasi ditargetkan mulai berjalan pada akhir April 2026, dengan fokus pada perlindungan petugas layanan kesehatan yang berisiko tinggi terpapar penyakit menular,” katanya, di Pekalongan, Kamis (16/4/2026).

Menurut dia, vaksinasi campak memiliki manfaat besar, terutama dalam meningkatkan kekebalan individu bagi petugas kesehatan yang sehari-hari berinteraksi dengan berbagai jenis penyakit.

Namun, kata dia, dengan mereka sudah melakukan imunisasi, risiko penularan dapat ditekan, baik kepada diri sendiri maupun kepada pasien dan lingkungan sekitar.

“Dengan memiliki kekebalan, petugas kesehatan dapat tetap sehat dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Selain itu, mereka juga berperan dalam mencegah transmisi penyakit dan berkontribusi terhadap terbentuknya kekebalan kelompok,” katanya.

Ia yang didampingi Programmer Imunisasi, Samsiyah Ratnawati mengatakan di tingkat daerah perkembangan kasus campak sudah menjadi fokus perhatian.

Pada 2026, kata dia, penyebaran penyakit campak di Jawa Tengah tercatat 11 kasus pada anak, yang seluruhnya memerlukan perawatan di rumah sakit.

Ia mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan validasi data sasaran untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi sekaligus melakukan sosialisasi sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan.

“Kami juga telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan sedang melakukan sosialisasi. Selanjutnya, kami menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi,” katanya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *