Mempererat Ukhuwah, Fatayat dan Muslimat Desa Keblukan Gelar Halalbihalal Khidmat

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Mudjijana, Jumat (24/4/2026). Ratusan jamaah menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh sinergi Fatayat dan Muslimat NU Desa Keblukan, Temanggung. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga desa.

Ketua Muslimat Ranting Desa Keblukan, Chulaifah, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme para jamaah yang hadir sehingga acara dapat berjalan dengan penuh khidmat.

“Kami merasa bahagia melihat acara ini berjalan lancar. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Chulaifah.

Kepala Desa Keblukan, Cholik Pujianto, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia mendorong agar kegiatan halalbihalal ini menjadi agenda rutin tahunan karena dampak positifnya yang nyata bagi kerukunan warga.

“Silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat sosial yang besar. Kami sangat mendukung agar ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” kata Cholik.

Selain membahas kerukunan, Cholik juga menyelipkan pesan penting terkait pendidikan. Ia mengimbau para ibu Fatayat dan Muslimat untuk memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka di madrasah atau sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU sebagai upaya membentengi karakter generasi muda.

Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh Ibu Nyai Puji Astutik. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa menjaga hubungan baik antar manusia merupakan kunci keberkahan hidup.

“Silaturahmi memiliki manfaat spiritual dan sosial yang luar biasa, di antaranya melapangkan rezeki, memperpanjang umur, dan mempererat tali persaudaraan,” jelasnya.

Beliau juga menitipkan pesan mendalam bagi para hadirin untuk senantiasa menjaga lisan dan sikap. “Jika tidak bisa membahagiakan orang lain, setidaknya jangan menyakiti. Ciri ahli surga itu wajahnya berseri-seri, lisannya santun, dan gemar memberi. Ingat, siapa yang menanam, dialah yang akan menuai,” tambahnya.

Acara yang dipandu oleh pembawa acara Wiwik Hartati ini berlangsung dinamis dan hidup. Kemeriahan semakin terasa berkat penampilan grup rebana El Sinta yang membawakan selawat-selawat pilihan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran tokoh masyarakat, di antaranya Kiyai Samsudin yang memimpin pembacaan tahlil, serta Kepala Dusun Keblukan, Ari Ardianto. Acara ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *