Mahasiswa Pariwisata USM Gali Potensi Wisata Kawasan Pecinan Semarang dengan Wisata Jalan Kaki

SEMARANG (Ampuh.id) – Prodi Pariwisata Universitas Semarang (USM) mengadakan praktikum lapangan dengan wisata jalan kaki di kawasan Pecinan Semarang, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini diikuti 19 mahasiswa.

Dosen Prodi Pariwisata USM, Muchammad Satrio Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut termasuk materi dalam mata kuliah pariwisata desa dan kota. Kegiatan berkolaborasi dengan Bersukariawalk, selaku salah satu operator wisata jalan kaki di Semarang.

”Kegiatan ini bermaksud mengenalkan ke mahasiswa, salah satu potensi wisata kawasan Pecinan Semarang yang bisa dikembangkan di Kota Semarang. Sehingga menjadi alternatif destinasi yang menarik wisatawan untuk berkunjung,” katanya.

Menurut Fauzan Surya selaku story teller, kawasan Pecinan Semarang menyimpan banyak potensi wisata yang masih bisa digali terutama yang tertarik dengan wisata budaya dan sejarah. Banyak nilai sejarah yang menarik untuk dikulik.

”Kawasan Pecinan Semarang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi pusat akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dan masyarakat Jawa sejak abad ke-18. Setelah peristiwa Geger Pecinan (1740–1743), komunitas Tionghoa yang selamat kemudian menetap kembali di Semarang dan membangun kawasan Pecinan sebagai tempat tinggal, pusat perdagangan, serta ruang spiritual melalui pendirian berbagai klenteng seperti Tay Kak Sie dan Tong Pek Bio,” ujar Fauzan.

Wisata jalan kaki menjadi sangat cocok untuk menjelajah lebih dalam di sebuah destinasi yang terletak di kawasan perkotaan.

”Wisata jalan kaki menyusuri pecinan ini menyenangkan sekali. Banyak ilmu yang saya dapat, terutama tentang nilai budaya dan sejarah di kawasan Pecinan Semarang,” ungkap peserta praktikum, Lutfiani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *