Indonesia Negosiasi Bebaskan 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA (Ampuh.id) – Pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kedua kapal tersebut saat ini sedang bersandar untuk mencari lokasi yang lebih aman.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil seusai acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.

Ia memastikan keselamatan awak kapal tetap menjadi prioritas di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Bahlil juga menegaskan keberadaan dua kapal tanker tersebut tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, karena pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan energi dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain dan mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG insyaallah aman,” katanya.

Upaya mencari sumber energi alternatif dilakukan bersamaan dengan langkah negosiasi untuk mengeluarkan kapal-kapal tersebut dari kawasan Teluk.

Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif ditutup setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel per hari, melewati jalur tersebut.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah.

Kapal Gamsunoro sedang melakukan proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak, sementara Pertamina Pride telah selesai memuat kargo dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.

Selain itu, kapal PIS Rinjani saat ini berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, dan PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan di Oman.

Dua kapal yang masih berada di area Teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.

Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kedua kapal secara real time.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area Teluk. Saat ini tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk memastikan keselamatan kru dan kapal,” ujarnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *