Haerudin Pastikan Khilafatul Muslimin Tidak Terdaftar di Kesbangpol Jateng

SEMARANG (Ampuh.id) – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah (Jateng), Haerudin memastikan organisasi massa (Ormas) Khilafatul Muslimin di Brebes terdaftar intansinya. Dia menegaskan tidak ada satunya Ormas Khilafatul Muslimin yang terdaftar di Badan Kesbangpol Jateng.

“Kalau terdaftar kita malah mudah mengawasinya. Tapi karena ini organisasi dengan ideologi terlarang, maka enggak terdaftar. Saya pastikan itu, karena memang dia (Khilafatul Muslimin) ideologinya mengarah ke khilafah. Mendaftar pun enggak mungkin diproses. Jadi karena tidak terdaftar, kami biasanya melakukan pengawasan terhadap kegiatannya,” tegas Haerudin, di Semarang, baru-baru ini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah (Jateng), Haerudin menyebut wilayah Soloraya, tepatnya Klaten, menjadi pusat atau basis anggota Khilafatul Muslimin yang ada di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Khilafatul Muslim di Jateng itu, kalau yang wilayah Brebes, Tegal, kemudian Banyumas, induknya ada di Cirebon, Jawa Barat. Lalu yang Jateng sendiri, meliputi Jateng-DIY pusatnya di Klaten malahan,” ujar Haerudin, baru-baru ini.

Haerudin menjelaskan, Ormas Khilafatul Muslimin memiliki sistem perwilayah dan bukan pemerintahan. Dengan demikian, penyebaran organiasasi yang berideologi khilafah itu bergantuk pada induk di tiap wilayah.

“Untuk wilayah terbanyak (penyebaran anggota Khilafatul Muslimin) di Jateng itu daerah barat sama Soloraya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Haerudin menyebut dalam menjalankan kegiatan organisasi, Khilafatul Muslimin, terbagi dalam tiga perkumpulan, yakni yayasan pendidikan, dakwah, dan perguruan silat. Dari ketiga perkumpulan itu, yayasan pendidikan yang kemungkinan terdaftar di instansi pemerintahan.

“Biar lebih jelas, Khilafatul Muslimin punya tiga perkumpulan, yayasan pendidikan Khilafatul Muslimin, kemudian Khilafatul Muslimin itu sendiri (dakwah) dan perkumpulan silatnya. La, yang terdaftar itu malah yayasan pendidikannya. Kalau enggak salah ada di Bekasi (Jawa Barat),” ungkapnya.

Meski jejak Khilafatul Muslimin terdeteksi di Jateng, Kepala BadanKesbangpol Jateng itu menilai penyebarannya tidak terlalu signifikan. Hal itu dikarenakan perkembangan organisasi itu hingga kini dirasa stagna atau stabil.

“Pengaruhnya (di Jateng), jumlahnya sedikit, misal di Klaten itu, hanya 96 orang saja, itupun yang aktif sekitar 50-an orang, sekarang 54 orang. Terus di Brebes, sekitar 100 orang. Jadi masing-masing daerah sedikit [anggota] sebenarnya, dan tidak berkembang. Paling itu-itu saja [anggotanya], misal anak, menantunya, masyarakat umum belum tertarik,” jelas dia. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *