D’Java String Quartet Tampil Gemilang di Konser Echoes if Life, Penonton Terbius Alunan Musik Kamar
SEMARANG (Ampuh.id) – Kelompok musik kamar D’Java String Quartet asal Jakarta gemilang pada gelaran konser Echoes if Life di Max Brain Acadeny Hall, Jalan Rinjani 18 Semarang, Sabtu (27/4/2024). Seluruh penonton seakan-akan terbius oleh musik dibawakan empat punggawa, yakni Danny Ceri, Ahmad Ramadhan (Violin), Dwi Ari Ramlan (Viola), dan Ade Sinata (Cello).
Kesuksesan dalam memadukan irama musik ini tidak terlepas dari kemampuan dan pengalaman para personel yang telah melalang buana di dunia musik sejak belasan tahun. D’Java String Quartet tidak hanya memarakan musik Tanah Air, tapi mereka juga telah membuktikan talentanya di panggung luar negeri.
D’Java String Quartet yang sudah 16 tahun mengantungi pengalaman menggeluti musik kamar saat tampil di Max Brain Acadeny Hall begitu memesona penonton. Pada sesi pertama menyajikan repertoar Haydn String Quartet op.76 / 1 in G major:dan Beethoven String Quartet op. 18 / 4 in C major.
Pada sesi kedua memainkan Sulkhan Tsintsadze Miniatures for String Quartet on Themes of Georgian Folksongs. Sekira 14 nomor folksong disuguhkan dengan indah. Pada pamuncak konser D’Java String Quartet menuntup performance dengan sajian Mozaert Divertimento.
Repertoar D’Java String Quartet malam itu berhasil menyihir publik musik klasik Kota Semarang. Pengalaman para personelnya manggung belasan tahun di berbagai panggung konser musik kamar di dalam dan luar negeri membuktikan kelas D’Java String Quartet.
Puluhan audien larut dalam pesona menikmati sajian repertoar D’Java String Quartet konser kedua yang ditaja Maxi Brain Acadeny kerja bareng dengan Ajendam Kodam IV Diponegoo ini.
Ciptakan Kehidupan
Ajendam IV Diponegoro Kol Yudi Wahyudi SE MM dalam sambutannya mengatakan, gelaran konser kerja sama Ajendam IV Diponegoro dengan Maxi Brain Academy ini “Echoes if Life” memasuki seri kedua ini menampilkan D’Java String Quartet dari Jakarta.
“Saya apresiasi musik kita bisa menciptakan kehidupan. Bisa mengekspresikan diri. Lewat sentuhan musik, saya berharap media ini bisa menjembatani relasi kemanusian kita. Kita sukses, tetapi tidak dengan melupakan orang lain,” ujar Kol Yudi.

Menurut pengayom dan pembina konser ini, esensi dari seni adalah humanitas. Musik, adalah seni yang tidak dapat disentuh, tak terlihat dan hanya dapat didengar.Kendati demikian, lanjutnya, musik bisa membuat orang bisa tersenyum, tertawa, menangis, merasa bahagia, dan pengalaman /emosi lain yang merupakan ekspresi humanitas manusia.
Yudi mengaku bangga bisa menampilkan kamar D’Java String Quartet pada gelaran konser Echoes if Life di Max Brain Acadeny Hall. Pasalnya, quartet ini dari lulusan ISSI pada 16 tahun lalu itu sudah menjuarai kejuaran di berbagai negara di luar negeri. Bahkan, para personel kelompok musik ini ada yang menjadi menjadi dosen dan pengajar di lembaga musik di Jakarta.
“D’Java String Quartet saat ini menjadi kelompok musik kamar yang rutin melakukan konser di gedung bergengsi di Jakarta,” paparnya.
Yudi menambahkan untuk seri konser ketiga, pihaknya menjadwalkan akan digelar pad 16 Mei 2024 dengan menampilkan pandawa quintet tiup dari ISSI Jogya.
Sementara Owner Maxi Brain Acadeny Pauline Wonodadi mengatakan, Maxi Brain Academi bersama Ajendam IV Diponegoro dalam kurun tahun 2024 ini bakal menyajikan seri konser Echoes if Life.
“Tahun ini dari bulan Maret hingga Desember 2024 ada 10 perfomance musik yang setiap bulan bergantian tampil. Kami berharap gelaran konser ini bisa meningkatkan apresiasi musik masyarakt terhadap musik kamar,” ujar Pauline.
Pauline menandaskan apresiasi terhadap musik bukanlah sekadar mendengarkan suara yang indah, melainkan meresapi kekayaan seni yang menjadi pencerminan kehidupan itu sendiri.
“Melalui serangkaian nada, musik bisa membangun jembatan tak terlihat di antara kita, menghubungkan hati dan pikiran melalui getaran-getaran yang menciptakan keajaiban, “ ujar Pauline.
Dia berharap apresiasi musik secara langsung, tidak hanya mengekspresikan humanitas individu. Tetapi ada gema yang beresonansi dalam setiap pendengar, yang menghubungkan satu pendengar dengan pendengar lainnya, membangun jembatan antarpendengar. (*)


