Tim PkM USM Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Masyarakat Pesisir di Desa Pidodokulon Kendal

KENDAL (Ampuh.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Ekonomi Lokal Berkelanjutan.”

Kegiatan yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM itu dipimpin Ketua Tim PkM, Dr Yuli Budiati SE MSi, bersama anggota tim Dr Rohmini Indah Lestari ST MM, Prof Dr Indarto SE MSi, dan Dr Adijati Utaminingsih SE MM. Tim PkM melibatkan mahasiswa Program Magister Manajemen.

Menurut Yuli, program pengabdian tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pesisir, seperti pemasaran yang masih konvensional, rendahnya inovasi produk, lemahnya pengelolaan keuangan usaha, serta terbatasnya jejaring kemitraan yang mendukung pengembangan pasar.

”Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemasaran digital, branding dan desain kemasan, diversifikasi produk berbasis potensi lokal, pencatatan keuangan sederhana, serta penguatan kemitraan usaha,” katanya.

Yuli menambahkan, masyarakat pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih memerlukan penguatan kapasitas kewirausahaan agar mampu meningkatkan daya saing usaha.

“Desa Pidodokulon memiliki potensi sumber daya pesisir yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki kemampuan manajerial yang lebih kuat sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr Indarto SE MSi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang sehat.

“Pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu pelaku usaha. Diperlukan jejaring, kemitraan, dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta lembaga pendukung lainnya agar tercipta ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta menyambut positif program tersebut karena memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Dia berharap, melalui kegiatan pengabdian itu dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *