Fakultas Ekonomi USM Bangun Sinergi dengan Sekolah Vokasi Undip

SEMARANG (Ampuh.id) – Dalam upaya memperkuat kualitas akademik dan kompetensi mahasiswa, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang melakukan audiensi dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara Fakultas Ekonomi Universitas Semarang dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang guna menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi, bersertifikasi, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri.

Delegasi Fakultas Ekonomi terdiri atas Dekan Fakultas Ekonomi Dr Edy Suryawardana SE MM, Wakil Dekan Dr Adijati Utaminingsih SE MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen Dr Asih Niati SE MM, Sekretaris Program Studi S1 Manajemen Dr Teguh Ariefiantoro SE MM, Kaprodi D3 Manajemen Perusahaan Anitiyo Soelistiyono SE MSi PhD, serta Sekretaris Program Studi D3 Manajemen Perusahaan Adi Widyakto SE MM.

Kedatangan tim Fakultas Ekonomi Universitas Semarang disambut Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang, Prof Dr Ir Budiyono MSi beserta jajarannya di Ruang Sidang Dekanat Lt. 4 Sekolah Vokasi Undip.

Dekan FE USM, Dr Edy Suryawardana SE MM mengatakan, dalam diskusi, kedua institusi membahas berbagai peluang terkait pembukaan Prodi D4, kolaborasi, program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang bisa dilakukan.

Selain itu juga tentang penguatan praktik pembelajaran, magang mahasiswa, hingga pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan sertifikasi baik dosen maupun mahasiswa untuk Program Studi D4.

”Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan industri, serta upaya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui audiensi tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lulusan yang unggul, serta berkompeten di bidangnya serta siap untuk bersaing di era global.

”Mahasiswa tidak hanya perlu dibekali dengan teori, tetapi juga harus dibekali dengan kompetensi dan bersertifikasi keahlian setelah menyelesaikan studinya,” ungkapnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *