Tradisi Baca Puisi Heroik di Jembatan Kali Progo, Satupena Minta Jadi Agenda Panitia 17-an Kabupaten Temanggung

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Kabupaten Temanggung meminta agar tradisi pembacaan puisi heroik di atas jembatan Kali Progo Kranggan Temanggung pada Malam Tirakatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, menjadi agenda panitia tingkat kabupaten. Demikian dikemukakan Ketua Satupena Temanggung, Wiwik Hartati, ketika audiensi dengan Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna di ruang kerjanya, Kamis. 6 Maret 2025.

Menurut Wiwik, agenda malam tirakatan peringatan HUT RI di jembatan Kali Progo tersebut, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada ribuan syuhada yang gugur dibantai serdadu Belanda pada masa perang kemerdekaan (1947 – 1949). Dikatakannya, selama beberapa tahun terakhir, agenda pembacaan puisi heroik malam tirakatan peringatan HUT RI hanya dilakukan tingkat Kelurahan Kranggan.

Pengarah Satupena Temanggung, Roso Titi Sarkoro menambahkan, usulan tersebut pernah disampaikan langsung kepada bupati dan Ketua DPRD setempat, saat berlangsung malam tirakatan peringatan HUT RI 17 Agustus 2023. Ketika itu, Ketua DPRD Temanggung Juniyanto telah menyatakan kesediaannya, namun sedjauh ini belum direalisasi.

Audiensi Satupena Temanggung, siang itu sebenarnya ingin bertemu secara bersamaan dua pemimpin Temanggung, Bupati dan Wakil Bupati. Namun didapat konfirmasi, terkait padatnya acara, Bupati Agus Setiawan SE, tidak bisa ikut menemui delegasi Satupena.

“Mohon izin Pak Agus (Bupati, Red), karena padatnya acara beliau tidak bisa menemui teman-teman Satu Pena,” kata Wabup Nadia Muna.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, pesan Bupati yang dititipkan kepadanya, intinya welcome dan mengapreasi keberadaan Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Temanggung. Sementara semua masukan, dan usulan dari Satupena, kata Nadia, akan ditampung dan akan ditindaklanjuti secara koordinatif dengan dinas terkait.

Pada kesempatan tersebut, pihak Satupena mendesak kembali pengusulan Kiyai Soebchi agar Pemkab Temanggung mengusulkan kepada Pemerintah RI di Jakarta, sebagai Pahlawan Nasional. Diketengahkan juga, pentingnya penataan Parakan sebagai Kota Budaya, serta pembenahan keberadaan Sasana Budaya di Maron yang tercemar bahu tidak sedap dari sejumlah armada sampah yang mangkal di kompleks Sasana Budaya.

Perbincangan Wabup Nadia Muna dengan delegasi Satupena, berlangsung cair penuh keakraban. Hadir juga dalam audiensi Satupena di ruang kerja Wabup Temanggung tersebut Wakil Ketua Rahmadhani Kaf, Sekretaris Kiki Hidayah, Bendahara Ulul Azmi, Husmas Ida Murid Darmanto, dan dua anggota Muhisom Setiaki dan Heni Susilowati. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *