Sejumlah penyair, guru, dan siswa Madrasah Tsanawiyah Ma'arif Nurul Huda Kaloran Temanggung berfoto bersama seusai kegiatan pembacaan puisi-puisi Ramadan.
Sejumlah penyair, guru, dan siswa Madrasah Tsanawiyah Ma'arif Nurul Huda Kaloran Temanggung berfoto bersama seusai kegiatan pembacaan puisi-puisi Ramadan.

Puisi-Puisi Ramadan Menggema di MTs Ma’arif Nurul Huda Temanggung

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Penyair Roso Titi Sarkoro membacakan sajak-sajaknya pada Penutupan Pesantren Kilat Mts Ma’arif Nurul Huda Kaloran, Temanggung, Sabtu (14/3/2026). Sejumlah sajak atau puisi-puisinya yang dibacakan, semua diangkat dari tema Ramadan.

Suasana kental dengan nuansa religius islami. Hal itu didukung oleh acara yang sengaja digelar di musala madrasah setempat, Sementara sang penyair mengawali pembacaannya dengan mengajak seluruh yang hadir berzikir dan bersyair. Tak pelak, suasana terjalin akrab dan hangat.

Kepala MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Wiwik Hartati yang sekaligus Ketua Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Kabupate Temanggung, menyatakan madrasah yang diasuhnya merasa terhormat dihadiri oleh beberapa penyair dan berkenan membacakan puisi-puisinya.

Sekadar menyebut nama, sejumlah penyair Temanggung yang membacakan pusi-puisinya di samping Roso Titi Sarkoro yang juga Penasihat Satupena setempat, ada Ariadi Rasidi, Heni Susilowati, Wiwik Hartati, dan lain-lain. Sementara bertindak sebagai moderator Indah Kurnitasari.

Yang menarik, demikian Wiwik, puisi-puisi yang dibaca berkolaborasi dengan bacaan zikir segenap “santriwan-santriwati”, di mana menurut pengakuan penyairnya tercipta secara spontanitas. Puisi-puisi tersebut, inti pesan yang disampaikan untuk mengingatkan keagungan dan maha kekuasaan Allah yang menciptakan alam semesta.

Salah seorang peserta membaca puisi berjudul “Aku Bertanya”, di mana menjadi pemicu tausyiyah sekaligus apresiasi sastra. Akhir dari pergelaran pembacaan pusi-puisi Ramadan yang inovatif dan inspiratif tersebut, para siswa menyatakan makin tertarik dengan pembelajaran sastra, tak terkecuali puisi. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *