Pemkab Sragen dan Komdigi Bersinergi Kembangkan Pertanian Digital

SRAGEN (Ampuh.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pertanian modern dan berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan Panen Tani Digital bertajuk “Teknologi Tepat untuk Petani” yang berlangsung di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terkait sinergi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung swasembada pangan nasional melalui Internet of Things (IoT) Jinawi.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan Sragen dipilih sebagai lokasi pilot project karena memiliki ekosistem pertanian yang dinilai maju dan siap bertransformasi digital.

“Sragen dipilih dengan berbagai pertimbangan. Sistem pertanian di sini sudah bagus, dan Sragen satu-satunya kabupaten yang memiliki sistem panen serentak empat kali setahun,” ujarnya.

Edwin menambahkan, tahap pertama program ini telah dimulai sejak Mei 2025 dengan melibatkan 41 petani padi dan 15 petani melon selama enam bulan pendampingan. Para petani penerima manfaat mendapat pelatihan teknis dan literasi digital agar mampu mengoperasikan teknologi secara optimal. Hasilnya, terdapat peningkatan efisiensi biaya serta kualitas dan kuantitas hasil panen.

Sebagai tindak lanjut keberhasilan tahap awal, Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa pengembangan teknologi pertanian digital ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar inovasi digital digunakan untuk mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan.

“Melihat langsung hasilnya baik dan sukses, kami akan merekomendasikan kepada Kementan untuk meneruskan teknologi Jinawi ini menjadi program berkelanjutan,” ungkap Meutya.

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh program pengembangan pertanian digital. Pemkab Sragen juga tengah mengupayakan program satu desa digital terpadu yang menghubungkan sektor pertanian, pemerintahan, UMKM, hingga aktivitas sosial masyarakat berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan.

“Pemerintah Kabupaten Sragen mengapresiasi perhatian Komdigi atas dukungan peningkatan ketahanan pangan di Sragen. Teknologi yang sudah dijalankan ini akan terus kami dukung dan lanjutkan karena berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujar Bupati.

Dari sisi petani, manfaat teknologi IoT Jinawi dirasakan langsung oleh Tri Widodo, anggota Kelompok Tani Krida Tani dari Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang. Ia menuturkan penerapan alat berbasis sensor mampu menekan penggunaan pupuk sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Sebelumnya saya menggunakan pupuk per hektare mencapai 1ton 50kilogram. Setelah memakai alat Jinawi, penggunaan pupuk bisa dihemat hingga 40%. Hasilnya juga lebih bagus, tanah lebih subur, batang padi lebih kokoh, dan tidak mudah roboh,” ujarnya antusias. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *