Mariman Darto: Swakelola Revitalisasi Sekolah di Blora Hidupkan Kualitas dan Ekonomi Lokal
BLORA (Ampuh.id) – Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Dr Mariman Darto SE MSi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kamis (6/11/2025) kemarin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah intensif Kemendikdasmen untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
Dr Mariman Darto menjelaskan, kegiatan monev dilakukan untuk memastikan setiap program sesuai dengan rencana, serta memberi manfaat optimal bagi sekolah dan masyarakat sekitar.
Kunjungan kali ini difokuskan pada tiga sekolah penerima program revitalisasi, yaitu SMK NU Kedungtuban, SMP Muhammadiyah Kedungtuban, dan SMPN 2 Ngawen.
Ia menegaskan revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya semangat belajar siswa.
Program revitalisasi tahun ini dijalankan dengan skema swakelola, berbeda dari pola sebelumnya. Dalam sistem ini, dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di bawah tanggung jawab kepala sekolah.
Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari proses ini. P2SP memastikan setiap tahapan berjalan transparan, sementara kualitas bangunan tetap memenuhi standar yang ditetapkan kementerian.
Dr Mariman menambahkan, sistem swakelola memiliki nilai strategis karena memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan mutu pendidikan, skema ini juga menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan tenaga kerja sekitar dan memberdayakan UMKM untuk penyediaan bahan bangunan.
Kepala SMPN 2 Ngawen, Lilik Dwi Aristianto, merasakan langsung manfaatnya. Ia menuturkan melalui swakelola, sekolah dapat menyesuaikan kebutuhan revitalisasi secara lebih fleksibel dan efisien.
Awalnya sekolah hanya berencana merehabilitasi enam ruang kelas, namun berkat pengelolaan yang baik dan efisiensi biaya, akhirnya tujuh ruang berhasil direhabilitasi.
Revitalisasi dengan skema swakelola juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan warga sekolah terhadap hasil pembangunan. Nilai-nilai kejujuran dan transparansi menjadi kunci keberhasilan di setiap tahap pelaksanaan.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Blora menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan dan ekonomi dapat tumbuh bersama. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Dr Mariman menegaskan revitalisasi ini adalah langkah konkret Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berdaya saing, sekaligus mendukung kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitar sekolah. (*)

