Difabel-Mahasiswa Kudus Didorong Lebih Berdaya Lewat Pelatihan AI

KUDUS (Ampuh.id) – Penyandang disabilitas atau difabel dan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dilatih memanfaatkan Artificial Intelligence atau akal imitasi (AI) untuk agar dapat lebih berdaya.

Pelatihan AI ini hasil kolaborasi Alunjiva Indonesia bersama Microsoft Indonesia dan diselenggarakan di Auditorium UMK, Minggu (10/5/2026). Sebanyak 200 peserta antusias mengikutinya.

Dalam pelatihan itu, peserta dikenalkan cara membuat perintah atau prompt AI yang tepat di Microsoft Copilot agar dapat menghasilkan teks maupun gambar sesuai kebutuhan.

Peserta juga belajar memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi produk, digital marketing, pengelolaan media sosial hingga desain visual menggunakan image generator berbasis AI.

Selain itu, peserta dikenalkan etika penggunaan AI agar teknologi dimanfaatkan secara bijak dan tidak disalahgunakan.

Founder Alunjiva Indonesia, Nicky Clara mengatakan, pelatihan itu merupakan bagian dari program Elevate milik Microsoft Indonesia. Tujuannya yakni mengenalkan AI kepada masyarakat, termasuk pada penyandang disabilitas.

”Kami memperkenalkan bagaimana pembuatan prompt yang baik, image generator, dan juga kode etik penggunaan AI,” ujarnya.

Menurut Nicky, AI dapat membantu berbagai aktivitas, mulai pendidikan, pekerjaan hingga pengembangan UMKM. Peserta juga dikenalkan penggunaan AI untuk membantu pemasaran digital, pengelolaan media sosial hingga pembuatan materi promosi usaha.

”AI bisa membantu digital marketing, media sosial, bahkan laporan keuangan. Tetapi pilotnya tetap manusia,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK), Rismawan Yulianto menilai pelatihan tersebut sangat membantu penyandang disabilitas yang memiliki usaha UMKM, terutama dalam promosi digital.

Menurutnya, pelatihan AI untuk penyandang disabilitas tersebut baru pertama kali digelar di Kudus. Banyak anggota FKDK memiliki produk dengan nilai jual yang baik, namun masih kesulitan membuat promosi yang menarik di media sosial.

”Teman-teman disabilitas banyak punya produk bagus, tapi bingung mempromosikannya. Dari pelatihan ini mereka belajar membuat prompt dan gambar promosi yang menarik,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus digelar agar semakin banyak penyandang disabilitas memahami teknologi digital dan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

”Mudah-mudahan tidak berhenti sampai di sini. Perusahaan maupun pihak lain juga jangan menutup mata kepada teman-teman disabilitas agar mereka terus punya kesempatan berkarya,” tambahnya.

Dalam sesi praktik, mahasiswa UMK turut mendampingi peserta disabilitas saat mencoba membuat desain promosi dan konten usaha menggunakan AI.

Wakil Rektor III UMK, Sugeng Slamet menyampaikan pelatihan tersebut membantu mahasiswa dan penyandang disabilitas lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital.

”AI bisa dimanfaatkan untuk membuat konten kreatif hingga promosi produk usaha, khususnya mahasiswa bisa lebih bijak menggunakan AI,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang berhalangan hadir secara langsung turut memberikan keynote speech secara virtual terkait pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi AI secara inklusif. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *