Ciptakan ’Karangturi Bugar’, Program Teknologi Pangan Unkartur Beri Pelatihan Pelebelan Minuman Nutri-Grade kepada Pengusaha Kantin Sekolah

SEMARANG (Ampuh.id) – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) Semarang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberi pelatihan pelebelan minuman Nutri-Grade kepada tenant Kantin Sekolah Karangturi, Kamis (18/7/2024).

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengusaha kantin agar bisa mengindentifikasi minuman kemasan, sehingga mampu menciptakan ”Karangturi Bugar dengan Kantin Rendah Gula”.

Program pelatihan ini diisi dengan beberapa materi seperti edukasi pengukuran kadar gula menggunakan alat Refraktometer, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kadar gula melalui pembacaan label gizi kemasan minuman.

Selain itu, Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk implementasi dari kolaborasi antara Unkartur dan Sekolah Karangturi untuk membantu siswa-siswi dalam memilih dan mengonsumsi minuman yang sehat dan hiegines yang tersedia di kantin sekolah mereka.

Ketua Program Studi TekPang Unkartur, Martina Widhi mengatakan terciptanya Kantin Bugar ini tak luput dari tujuan utama diadakannya pelatihan ini, yakni sebagai bentuk aksi kepedulian para mahasiswa terhadap minuman yang menyehatkan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga aktif mengkampanyekan pola pangan yang menyehatkan, sehingga kantin Sekolah Karangturi menjadi pelopor kantin rendah gula.

“Tak luput yang menjadi perhatian kami, yaitu penderita Diabetus Melitus tipe 2. Saat ini kebanyakan adalah anak-anak pada usia remaja dari rentan 12-19 tahun. Aakibat pola makan yang amburadul dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi, mereka dengan muda menderita diabetes melitus,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan ini sasaran utama adalah para penjual kantin di sekolah, beberapa orang tua murid beserta perwakilan wali kelas dari Sekolah Karangturi. Dia berharap selepas mendapat pelatihan ini, mereka bias mengampanyekan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menekan dan mengurangi penderita diabetes melitus. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *