Bunda Literasi Temanggung Dorong Guru Terus Menyalakan Literasi melalui Sastra

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Bunda Literasi Kabupaten Temanggung, Panca Dewi Agus Setyawan, mendorong para guru untuk terus menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya sebagai bagian dari penguatan literasi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Sastra “Nyala Sastra: Memantik Kreasi, Menggerakkan Literasi” sekaligus Peluncuran Antologi Cerpen Nyala Kejora yang diselenggarakan MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Pengayoman Temanggung pada Jumat, 2 Oktober 2026 dengan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung yang diwakili Kasubag TU Sukron Wahid SPdI MAg, Staf Penmad Siti Khoiriyah SPdI, Pengawas Pembina MGMP Dra Anik Yuliyani MPdI.

Hadir pula sastrawan Hasta Indriyana dan penulis sekaligus pegiat literasi Siwi Nurdiani SPd sebagai narasumber. Peserta berasal dari anggota MGMP Bahasa Indonesia MTs, termasuk guru yang telah purna tugas, perwakilan MGMP lain, serta sejumlah komunitas literasi dan menulis di Temanggung.

Dalam pesan literasinya, Bunda Literasi menekankan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan, perubahan, dan sudut pandang orang lain. Menurutnya, sastra memiliki peran penting dalam membangun empati sekaligus mengasah kemampuan berpikir dan berekspresi.

“Literasi paling kuat bukan yang paling banyak dicanangkan, tetapi yang paling nyata dicontohkan,” tutur Panca Dewi.

Ia mengapresiasi para guru yang tidak hanya mengajarkan sastra, tetapi juga berani menjadi penulis dan menghasilkan karya. Peluncuran Nyala Kejora diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi lahirnya karya-karya dan gerakan literasi berikutnya.

“Guru membaca. Guru menulis. Guru berkarya. Guru menginspirasi,” pesannya.

Sementara itu, Kasubag TU Kankemenag Kabupaten Temanggung Sukron Wahid menyampaikan apresiasi atas inisiatif MGMP Bahasa Indonesia MTs dalam menyelenggarakan kegiatan penguatan literasi. Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan oleh MGMP mata pelajaran lainnya.

Seminar berlangsung interaktif melalui dialog bersama Hasta Indriyana dan Siwi Nurdiani. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan proses kreatif, pengalaman menjadi sumber cerita, serta peran guru dalam menggerakkan budaya literasi.

Kegiatan juga dimeriahkan Teater Putsaka MTsN 1 Temanggung yang mementaskan naskah adaptasi dari salah satu cerpen dalam Nyala Kejora. Pementasan tersebut mendapat apresiasi positif dan bahkan menjadi bagian dari perbincangan dalam sesi panel, menunjukkan bahwa karya sastra dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi seni.

Melalui kegiatan tersebut, semangat “Memantik Kreasi, Menggerakkan Literasi” diharapkan terus menyala dan menjangkau lebih banyak sekolah, komunitas, serta masyarakat Kabupaten Temanggung. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *