BBM Pertalite Tercampur Air di SPBU Bacin Kudus, Penjualan Dihentikan Sementara
KUDUS (Ampuh.id) – Sebuah video keluhan warga viral di media sosial terkait dugaan BBM jenis Pertalite tercampur air di SPBU Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (13/1/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah kendaraan dilaporkan mogok usai mengisi bahan bakar dari SPBU tersebut.
Sejumlah warga mengaku kendaraan mereka tiba-tiba mogok di tengah perjalanan tak lama setelah mengisi Pertalite. Setelah dilakukan penyedotan dari tangki kendaraan, BBM yang masuk diketahui bercampur dengan air.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihak SPBU bersama instansi terkait langsung melakukan pengecekan di lokasi. Hasilnya, ditemukan adanya air di dalam tangki penyimpanan Pertalite.
Pengawas SPBU Bacin, Agus Purnama, mengakui adanya kelalaian dari pihak pengelola SPBU.
“Memang tutup tangki agak kurang rapat, itu kesalahan dari kami. Kemarin hujan cukup lama sehingga air masuk ke dalam tangki. Jadi faktanya memang ada air di BBM Pertalite,” ujarnya.
Agus menjelaskan, begitu mengetahui adanya air di dalam tangki, pihaknya langsung menghentikan operasional penjualan Pertalite dan melakukan langkah penanganan awal.
“Begitu saya tahu, langsung saya tindak lanjuti. Tangki yang ada airnya langsung saya hentikan operasionalnya. Saat ini sedang proses pemanggilan petugas untuk pengurasan dan pembersihan tangki,” jelasnya.
Ia memastikan, BBM jenis Pertamax dan solar dalam kondisi aman dan tidak terdampak. Pihak Pertamina juga telah melakukan pengecekan awal dan memastikan bahwa BBM dari pengiriman berada dalam kondisi baik.
“Yang bermasalah hanya tangki Pertalite. Saat ini tersisa sekitar 3.000 liter yang berada di bagian bawah tangki dan memang tercampur air. Pengisian terakhir dari truk tangki sekitar tiga hari lalu,” katanya.
Penjualan Pertalite di SPBU Bacin pun ditutup sementara hingga proses pembersihan selesai dan menunggu arahan lebih lanjut dari Pertamina.
Tanggung Jawab SPBU
“Untuk sementara Pertalite kami tutup. Pembukaan kembali masih menunggu jadwal dan instruksi dari Pertamina serta memastikan tangki benar-benar bersih,” tambah Agus.
Tercatat, sekitar 10 sepeda motor sempat mengisi Pertalite pada pagi hari sebelum penjualan dihentikan. Pihak SPBU menyatakan siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab SPBU. Kami akan melakukan penanganan dan pembersihan kendaraan pelanggan yang terdampak,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Atok Darmo Broto, menegaskan pihak SPBU telah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Sudah jelas pihak SPBU mengakui ada kesalahan dari mereka sendiri. Untuk sementara SPBU akan ditutup sampai dilakukan pembersihan dan menunggu petugas dari Pertamina,” ujarnya.
Atok juga menekankan permasalahan tersebut bukan berasal dari pihak Pertamina.
“Pengakuan kesalahan berasal dari pihak SPBU, bukan dari Pertamina. Sebelum pengiriman, BBM dari Pertamina sudah melalui proses pengecekan dan pengukuran. Pengiriman dinyatakan dalam kondisi baik,” tegasnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pengelola SPBU agar lebih berhati-hati ke depan dan meningkatkan pengawasan, terutama di musim hujan. (*)


