Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora Mohammad Toha Mustofa menerima hibah tiga judul buku dari Sekretaris FKEAI Jawa Tengah Gunawan Trihantoro disaksikan para staf dan pengurus Satupena Kabupaten Blora
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora Mohammad Toha Mustofa menerima hibah tiga judul buku dari Sekretaris FKEAI Jawa Tengah Gunawan Trihantoro disaksikan para staf dan pengurus Satupena Kabupaten Blora

Pemkab Blora Dukung Rencana Kegiatan Literasi dan Pameran Karya Berbasis AI

BLORA (Ampuh.id) – Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, menyambut baik dan mendukung rencana kegiatan literasi dan pameran seni berbasis artificial intelligence (AI–kecerdasan buatan) yang akan diadakan Forum Kreator Era AI Jawa Tengah, Satupena Jawa Tengah, dan Satupena Blora akhir Oktober 2024.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora Mohamad Toha Mustofa SSi MKes mengatakan hal itu saat menerima audiensi Forum Kreator Era AI (FKEAI) Jawa Tengah dan Satupena Jawa Tengah di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, Selasa (8/10/2024).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris FKEAI Jawa Tengah yang juga Sekretaris Satupena Kabupaten Blora Gunawan Trihantoro, Ketua Satupena Kabupaten Blora, Sudiran SE didampingi wakil ketuanya Sugiyono SPdI.

Menurut Gunawan, agenda utama pertemuan ini adalah membahas persiapan peluncuran buku antologi puisi dan album musikalisasi puisi Sumpah Pemuda, bedah buku, dan pameran seni berbasis AI atau kecerdasan buatan yang akan diadakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, Rabu (30/10/2024).

Ketua Satupena Kabupaten Blora Sudiran menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Peluncuran buku antologi puisi Semangat Sumpah Pemuda: Dari Kata ke Nada dan album musikalisasi berbasis AI tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai ajang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui sastra dan musik. Kami berharap diskusi dan peluncuran ini dapat menyatukan para kreator dan pegiat literasi di Blora, sehingga dapat menginspirasi mereka untuk terus berkarya,” ujarnya seraya menambahkan, tema Sumpah Pemuda yang diangkat dalam buku ini sangat relevan, terutama untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Secara terpisah, Kepala SMK Muhammadiyah Cepu Blora Zaenal Arifin yang turut serta dalam inisiatif ini menyatakan, pameran seni AI yang akan ditampilkan oleh para siswa adalah bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan kreatif.

“Kami di SMK Muhammadiyah Cepu sangat mendukung siswa kami untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang AI. Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan karya seni, mulai dari musik, lukisan, hingga buku, yang menggambarkan kemampuan anak-anak muda dalam memadukan teknologi dan seni,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, pada kegiatan ini juga akan diluncurkan album musikalisasi puisi menggunakan asistensi kecerdasan buatan. Hal ini merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menginspirasi para pelajar dan masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan teknologi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora Mohamad Toha Mustofa menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora menyambut baik acara ini karena memperkuat budaya literasi di Blora sekaligus memperkenalkan teknologi AI kepada masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk mewujudkan Literasi untuk Kesejahteraan, sebagaimana yang sedang dikembangkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora saat ini.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami dan memanfaatkan teknologi demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Satupena Jawa Tengah yang diketuai Gunoto Saparie menghibahkan tiga buku terbitannys kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengembangan literasi di daerah tersebut. Ketiga buku yang dihibahkan adalah Bencana dari Berbagai Perspektif, Mereka yang Berjuang untuk Semarang,, dan antologi puisi Ning Nang Ning Gung Gong: Mantra Sang Pendamba. Dengan adanya tambahan koleksi ini, diharapkan masyarakat Blora semakin antusias dalam memperluas wawasan dan kecintaan terhadap literasi.

Gunoto Saparie berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengembangan kreativitas, tetapi juga mendorong generasi muda untuk lebih berperan aktif dalam membangun kesejahteraan melalui literasi dan teknologi. Dengan menggabungkan unsur edukasi, seni, dan inovasi teknologi AI, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat wawasan literasi di Blora serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *